Membatasi Informasi

Kemarin saya sempat ‘berkicau’ tentang hal ini (membatasi informasi, red) di Twitter. Saya merasa selama ini telah follow terlalu banyak orang. Saya merasa ada banyak sekali informasi yang tidak saya butuhkan berada di linimasa saya. Dan semenjak itu, saya mulai unfollow satu per satu orang-orang yang saya rasa tidak lagi menarik bagi saya. Dan tidak jarang, orang-orang tersebut adalah teman kuliah atau kenalan saya.

Meskipun belum sepenuhnya bisa (un)follow tanpa menghiraukan hubungan mereka dengan saya, sekarang saya lebih hati-hati dalam memfilter siapa saja yang boleh menghiasi linimasa saya.

A Study in Scarlet
Sherlock Begins

Bicara tentang membatasi informasi, saya jadi teringat buku “Sherlock Begins” yang saya baca Sabtu kemarin. Saya tidak pernah menyangka sebelumnya kalau Sherlock Holmes bukanlah seorang ensiklopedia berjalan. Sebelum membaca buku tersebut, saya selalu membayangkan Sherlock Holmes sebagai seorang tokoh yang hampir mirip dengan Google atau Wikipedia, tapi dalam wujud manusia.

Tapi ternyata saya salah. Sherlock Holmes bukanlah Ensiklopedia berjalan seperti yang selama ini saya bayangkan. Sherlock Holmes menurut saya lebih mirip dengan salah seorang tokoh idola saya yang lainnya, Nicola Tesla. Mereka sama-sama mempunyai pengetahuan yang implementatif. Pengetahuan mereka berdua praktis.

Dalam buku “Sherlock Begins”, dijelaskan bahwa Sherlock Holmes tidak (mau) tahu siapa itu Copernicus, bahkan tidak (mau) tahu apakah bumi mengelingi matahari ataukah sebaliknya. Karena dia berpendapat bahwa pikiran itu seperti halnya lemari, seperti halnya rak buku, seperti halnya kamar. Dan dia hanya mau mengisi pikirannya dengan hal-hal yang bermanfaat bagi pekerjaannya.

SB
Halaman 23 Sherlock Begins

Di era digital seperti ini, arus informasi tak terbendung lagi. Setiap detik ada ribuan bahkan jutaan tweet baru bermunculan, ada jutaan foto diunggah ke instagram, ada ribuan postingan baru dipublikasikan, ada jutaan status facebook tumpang tindih bergantian.

Kita memang tidak bisa membatasi orang-orang untuk berhenti meng-update status facebook mereka, tapi kita bisa memilih untuk menghiraukannya ataukah tidak. Karena untuk itulah tombol ‘subscribe’ dimunculkan.

Seperti halnya Sherlock Holmes, saya sendiri sudah mulai memfilter informasi yang saya baca. Bagaimana dengan Anda?

Advertisements

One thought on “Membatasi Informasi

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s