Akhirnya ke Jakarta (Lagi)

Dalam target tahunan yang saya tuliskan beberapa bulan yang lalu, saya sempat memasukkan “ke Bandung/Jakarta” sebagai salah satu target saya tahun ini. Dan alhamdulillah, pada akhir bulan Agustus kemarin akhirnya saya berkesempatan untuk menginjakkan kaki di Jakarta (lagi). Setelah terakhir kali menginjakkan kaki di sana pada waktu masih berusia 1 tahun atau kurang lebih sekitar 21 tahun yang lalu. Kata Ibu saya sih begitu. Soalnya saya tidak pernah ingat kalau pernah ke Jakarta.

Cheers :)
Cheers 🙂

Saya ucapkan terima kasih banyak kepada anak buah saya teman saya, Sukma, yang telah mengajak saya untuk menjadi salah satu anggota timnya dalam ajang Inaicta. Di sini saya tidak akan menjelaskan apa itu Inaicta dan apa program yang telah tim kami buat. Kalau mau tahu apa itu Inaicta, silakan buka website resminya di sini. Dan kalau kalian penasaran tentang apa yang tim kami kerjakan waktu itu, silakan baca cerita rekan satu tim saya di sini. Karena di sini saya akan murni menjelaskan pengalaman sehari-sehari saya ketika di Jakarta.

 

Beberapa hal yang cukup menarik perhatian saya ketika di Jakarta adalah perbedaan antara Jakarta dan Surabaya. Soal makanan misalnya. Kalau di Surabaya harga makanan warung kaki lima berkisar antara 5000 – 10.000, di Jakarta harga makanan di warung kaki lima berkisar antara 10.000 – 20.000 per porsi. Selain itu, ada satu hal lagi yang menarik perhatian saya ketika makan di warung-warung di sekitar tempat menginap saya di daerah Pejompongan.

Di Surabaya, ketika kita memesan teh hangat atau es teh, maka secara default penjualnya akan menghidangkan segelas teh hangat manis atau es teh manis. Sedangkan di Jakarta, aturan default seperti ini tidak berlaku. Di Jakarta, ketika kita memesan teh atau es teh, kita akan diberikan pertanyaan tambahan, apakah teh yang kita pesan itu teh tawar atau teh manis. Sepertinya di Jakarta yang dihargai adalah gulanya, bukan tehnya. Saya berkesimpulan demikian karena sempat memesan teh tawar beberapa kali dan digratiskan oleh penjualnya. Kalau di Surabaya kebalikannya malah. Ketika kita memesan teh, mau itu teh tawar atau teh manis, maka kita tetap akan diminta membayar. Karena di Surabaya, yang dihargai adalah tehnya, bukan (hanya) gulanya. 😀

Selain makanan, transportasi adalah salah satu hal yang menarik perhatian saya selama di Jakarta. Selama di Jakarta, saya sempat mencoba beberapa sarana transportasi publik, diantaranya: Taksi, Bus Transjakarta, Angkot (Metromini?), dan Kereta Commuter Line. Berdasarkan pengalaman saya, commuter line adalah sarana transportasi paling asik dan paling recommended dibandingkan sarana transportasi publik lain yang ada di Jakarta. Sebenarnya bus Transjakarta juga menarik untuk dicoba. Tapi setelah saya merasakan langsung, ternyata banyak terjadi penumpukan calon penumpang di halte. Mungkin akan lebih baik lagi jika jumlah armada diperbanyak lagi sehingga bus bisa datang tiap 3-5 menit. Dan yang lebih penting lagi, akan lebih baik lagi jika jalur bus Transjakarta benar-benar dimanfaatkan untuk bus Transjakarta. Sehingga bus tidak mengalami kemacetan juga. Karena apa gunanya naik transportasi publik kalau ternyata masih terjebak kemacetan juga? padahal tujuan keberadaan transportasi publik kan untuk mengurai kemacetan? kalau bus Transjakarta tidak terjebak macet dan durasi kedatangan tiap bus dipersingkat lagi, saya yakin, peminat bus Transjakarta akan semakin bertambah nantinya.

Selain commuter line dan bus TJ, saya punya pengalaman menarik ketika naik taksi di Jakarta. Karena di sekitar tempat penginapan kami tidak ada halte bus TJ dan stasiun, selama di Jakarta kami lebih sering naik taksi daripada sarana transportasi lainnya. Dan karena anggota tim kami ada 6, jadi biaya taksi bisa lebih murah dibandingkan ketika naik taksi berdua bersama pak sopir saja. Satu hal yang akan selalu saya ingat dari pengalaman saya naik taksi selama di Jakarta adalah: selalu tanyakan argo sebelum naik taksi. Pastikan taksi yang kalian tumpangi adalah taksi yang punya argo. Karena di Jakarta ada banyak sekali taksi yang tidak punya argo. Kalau tidak hati-hati dalam memilih taksi, kalian akan bisa membayar 3x lipat dari harga normal yang harus kalian bayarkan ketika naik taksi yang dilengkapi dengan argo. Saya bisa berkata seperti ini karena saya sempat merasakan ”nikmatnya” naik taksi tanpa argo. 😀

Itu beberapa kesan saya selama di Jakarta. Sayang sekali selama di Jakarta saya tidak menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke Dufan,  Monas, Kota Tua, dan banyak tempat menarik lainnya yang ada di Jakarta. Tapi meskipun begitu, saya masih bersyukur karena berkesempatan untuk foto-foto di depan teater JKT48. Hihi.

Mumpung Masih Sepi :p
Mumpung Masih Sepi :p

Sebenarnya saya bukan fans fanatik JKT48 sih, tapi berhubung lokasi acara penjurian Inaicta ada di FX Sudirman, tidak ada salahnya juga kan numpang nampang di depan teaternya JKT48 yang ada di lantai 4 FX? Sayang, waktu itu teaternya masih belum buka. Padahal kan lumayan kalau waktu itu saya bisa ketemu Viny, Kinal, atau Ve misalnya. Hehehe.

Daripada ceritanya semakin gak jelas dan melebar ke mana-mana, sebaiknya saya akhiri saja postingan saya yang satu ini. Untuk kalian yang menantikan postingan saya tentang teknik informatika, mohon maaf, saya belum bisa menepati janji saya untuk membuat postingan tentang teknik informatika. Soalnya minggu kemarin saya habis opname selama 6 hari jadi sampai sekarang masih kekurangan bahan untuk bikin postingan. Kalau tidak ada halangan, insyaAllah akan ada postingan tentang teknik informatika lagi minggu depan. Stay tuned aja lah pokoknya.

Sekian cerita saya kali.
Mohon maaf kalau kisahnya tidak semenarik kisah Harry Potter dan Hunger Games.
Selamat berakhir pekan! 😀

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s