Eco Campus Ala UI

Setelah beberapa waktu yang lalu saya sempat bercerita tentang pengalaman saya ketika di Jakarta. Di postingan kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman saya ketika main ke UI. Kebetulan sehari setelah presentasi Inaicta tidak ada jadwal jadi ada waktu buat jalan-jalan. Dan karena kebetulan waktu itu UI lagi wisuda, teman saya sempat diminta oleh temannya yang kuliah di UI untuk datang. Dan karena saya penasaran dengan kampus yang satu ini, akhirnya saya ikut teman saya ke UI.

Dan setelah saya berkunjung ke UI, saya berkesimpulan bahwa UI adalah salah satu role model dalam mengembangkan Eco Campus di Indonesia. Kenapa?

1. Karena UI dilalui jalur kereta.

Stasiun UI
Ini adalah salah satu faktor paling berpengaruh besar bagi kelangsungan eco campus di UI. Dengan adanya stasiun di depan kampus, maka mahasiswa  yang lokasi tempat tinggalnya berada jauh dari kampus punya pilihan untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi ke kampus. Karena kereta, khususnya commuter line terbukti bebas macet dan hemat biaya. Sehingga civitas akademika yang lokasi tempat tinggalnya jauh dari kampus tidak perlu takut telat ketika naik kereta.

2. BiKun (Bis Kuning)
Salah satu bukti bahwa UI sangat mengedepankan Eco Campus adalah adanya sarana transportasi di dalam kampus seperti Bis Kuning. Meskipun namanya bis kuning (Bikun), ternyata warna bisnya tidak hanya kuning, tapi ada banyak. Entah ada berapa jenis, yang jelas bis kuning merupakan salah satu sarana transportasi favorit mahasiswa yang tidak menggunakan kendaraan pribadi ke kampus. Karena bis kuning menjangkau semua fakultas yang ada di UI. Saya sendiri sebenarnya belum pernah coba naik karena takut nyasar. Tapi kata teman saya yang merupakan alumni FH UI sih bis kuning ini hanya muter-muter kampus aja. Jadi nggak mungkin nyasar.

3. Sepeda Kuning.

Sepeda Kuning
Selain menyediakan bis yang bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar, UI juga menyediakan sarana transportasi pribadi berupa sepeda yang bisa dipinjam dengan menggunakan kartu identitas civitas akademika UI. Sewaktu saya ke UI, saya sempat melihat beberapa orang menggunakan sepeda kuning ini. Meskipun sepengetahuan saya di UI tidak terlihat adanya jalur khusus sepeda-seperti yang ada di ITS, pengadaan sepeda yang bisa dipinjam oleh civitas akademika merupakan langkah kongkrit untuk mendukung gerakan Eco Campus.

4. Banyak pohon
Kalau yang satu ini sih sebenarnya agak bias soalnya di kampus-kampus lain juga banyak pohon. Tapi kemarin waktu saya ke UI, saya menemukan pemandangan lain daripada yang biasa saya saksikan di kampus saya. Di UI ada rusa, sob! Lumayan banyak lagi rusanya. Saya sendiri kurang tahu darimana asalnya rusa-rusa tersebut. Yang jelas rusa-rusa tersebut menempati suatu kandang khusus yang sepertinya memang disediakan oleh pihak kampus.

Rusa

5. Ada Sungai
Dan satu lagi pemandangan yang menarik perhatian saya waktu di UI adalah keberadaan sungai yang mengelilingi kampus. Setelah melihat langsung sungainya, saya sempat berpikiran untuk lompat dari jembatan yang ada di dalam kampus untuk berenang. Mengingat sungainya cukup besar dan kondisinya juga lumayan bersih. Selain itu, saya lihat sepertinya sungainya juga banyak ikannya. Jadi, you know what i mean lah.

Jembatan UI

Saya jadi curiga, apa memang sungai tersebut dibuat untuk kegalauan mahasiswa UI ya? Jadi, misalkan ada mahasiswa UI yang sedang galau, mereka bisa langsung menceburkan diri ke sungai atau sekadar memancing di sekitar sungai buat menenangkan suasana hati gitu. Hehehe.

 

Dari sekian banyak faktor yang sudah saya sebutkan, keberadaan kereta adalah faktor yang paling signifikan menurut saya. Karena dengan adanya kereta, akhirnya banyak mahasiswa yang tidak membawa kendaraan ke kampus. Sehingga demand untuk sarana transportasi bagi mahasiswa-mahasiswa yang tidak membawa kendaraan ke kampus pun meningkat. Dan pada akhirnya pihak rektorat pun – mau tak mau harus – berinisiatif untuk menyediakan sarana transportasi publik seperti Bikun dan Sepeda Kuning. Sedangkan di kampus-kampus lain, kondisi seperti ini tidak ada. Selain UI, hampir tidak ada satu pun kampus negeri yang dilalui jalur kereta dan punya stasiun sendiri. Di ITS misalnya, meskipun gerakan Eco Campus sudah mulai dicanangkan sejak beberapa tahun yang lalu, sampai saat ini belum terlihat hasilnya. Satu-satunya yang terlihat hanya keberadaan jalur sepeda di sekitar kampus. Sudah, itu saja.

Kelebihan UI memang karena lokasi kampusnya berada di jalur kereta. Tapi bukan berarti dengan begitu, kampus-kampus lain tidak bisa melakukan gerakan Eco Campus seperti yang telah UI lakukan. Kalau memang benar-benar bertekad untuk menjadi Eco Campus, sebenarnya ITS pun bisa melakukannya. Salah satu caranya adalah dengan mulai menerapkan aturan wajib bersepeda bagi mahasiswa yang lokasi tempat tinggalnya di asrama atau atau di sekitar perumdos yang tidak jauh dari kampus. Karena kalau mahasiswa yang lokasi tempat tinggalnya di asrama saja waktu ke kampus masih membawa motor, bahkan mobil, tentu tidak salah jika mahasiswa yang lokasi tempat tinggalnya berada jauh dari kampus melakukan hal yang sama.

Demikian sedikit curhatan saya setelah berkunjung ke kampus (yang konon katanya) paling terkenal di Indonesia ini. Semoga ada manfaatnya.

Sampai jumpa di curhatan-curhatan saya selanjutnya.

Advertisements

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s