Menyentuh Hati

“Karena hanya yang berasal dari hati, yang akan menyentuh hati.”

Beberapa hari yang lalu saya mendapat kiriman video dari teman saya via WhatsApp. Seperti kebanyakan video-video iklan dari Thailand, video tersebut sangat menyentuh. Jujur saja, saya sendiri sempat menangis berkaca-kaca waktu menontonya.  Dan karena saya penasaran, akhirnya saya coba cari videonya di Youtube dengan memasukkan beberapa keyword asal-asalan berhubung teman saya juga tidak tahu video tersebut judulnya apa. Dan alhamdulillah, akhirnya saya menemukan videonya di Youtube.

Ngomong-ngomong sudah siap tisu belum? kalau belum silakan cari tisu, sapu tangan, atau semacamnya karena videonya sangat menyentuh. Berikut ini videonya:

Bagaimana? sudah puas nangisnya? 🙂

Terus terang saja, video ini bukanlah video iklan menyentuh yang pertama saya tonton. Tapi setelah menonton video tersebut, saya langsung teringat dengan film Looper – salah satu film favorit saya di tahun ini selain Now You See Me. Ada salah satu salah satu adegan dalam film Looper yang menceritakan hal yang hampir sama dengan video dari Thailand tersebut. Kalau di video iklan dari Thailand tersebut yang diangkat adalah kisah tentang kebaikan yang membekas di hati, di film Looper, yang diangkat adalah perilaku kejahatan yang membekas di hati seorang anak yang melihat ibunya menjadi korban pembunuhan yang kemudian membuat sang anak berkembang menjadi seorang pembunuh kejam yang ingin balas dendam.

Secara umum, hal yang diangkat dalam video tersebut dan film Looper hampir sama. Keduanya sama-sama mengisahkan tentang kekuatan hati. Kebaikan, kejahatan, apapun itu, kalau semuanya dilakukan dengan sepenuh hati, pada akhirnya akan menyentuh, bahkan membekas di hati.

Maka dari itu, jangan pernah main-main dengan hati. Apalagi dengan hati para jomblo seperti saya ini anak kecil. Karena mereka masih melihat ketulusan dalam segala hal.

Terakhir, mengutip apa yang diungkapkan Dorothy Law Nollte:

Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia akan belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia akan belajar berkelahi.
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, Ia akan belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, Ia akan belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia akan belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, Ia akan belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, Ia akan belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlaukan, Ia akan belajar berlaku adil.
jika anak dibesarkan dengan rasa aman, Ia akan belajar menaruh kepercayaan.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, Ia akan belajar mencintai diri.
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, Ia akan belajar menentukan cinta dalam kehidupan.

“Not all of us can do great things. But we can do small things with great love.”
(Mother Teresa)

Selamat malam.
Selamat Idul Adha 1434 H.

Advertisements

One thought on “Menyentuh Hati

  1. Prime

    video sama kata2 postingannya bagus mas
    waktu cari video tolong beritahu kata kuncinya ya
    saya mau nyari video yang sejenis di youtube

    saya nambahin satu lagi kutipan temen saya

    “jika anak besar dengan rasa kesepian, dia akan mencari cara bersosialisasinya sendiri yang besar kemungkinannya berbeda dari yang seharusnya”

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s