Kepercayaan

Tidak banyak yang menyangka kalau Aaron Ramsey akan menjadi pemain Arsenal yang paling bersinar selama musim ini berjalan. Sejauh ini, pemain yang lahir pada tanggal 26 Desember 1990 ini sudah mencetak 11 gol dari 17 penampilannya bersama Arsenal musim ini. Termasuk gol tunggalnya tadi malam yang memenangkan Arsenal atas Dortmund di matchday ke-4 babak penyisihan grup Liga Champions.

Musim lalu, Aaron Ramsey memang bukan pemain yang paling banyak diidolakan di Arsenal. Tidak mengherankan jika melihat penampilannya musim kemarin yang berkali-kali gagal memaksimalkan peluang. Setelah kepergian RVP ke Manchester United, Jack Wilshere adalah pemain yang paling banyak diidolakan oleh fans Arsenal. Antusiasme dan passion yang dimiliki Jack Wilshere yang seperti tidak ada duanya membuat banyak fans Arsenal jatuh hati pada pemain 21 tahun ini. Mungkin hanya sang pelatih, Arsene Wenger yang mempunyai passion lebih besar terhadap Arsenal daripada Jack Wilshere.

Tapi lain musim, lain lagi ceritanya. Berkat penampilan apiknya, Aaron Ramsey sukses menjadi pemain terbaik Arsenal selama 4 bulan berturut-turut. Sebuah pencapaian yang cukup mengagetkan jika melihat ada pemain sekelas Mesut Oezil di dalam skuad Arsenal.

Semua orang kemudian bertanya-tanya, apa yang sebenarnya membuat perbedaan? bukankah musim lalu Aaron Ramsey adalah salah satu pemain paling sering dijadikan sasaran hujatan?

Kepercayaan, keyakinan, itulah jawabannya.

Keep the faith!
Keep the faith!

Musim lalu Aaron Ramsey masih berjuang kembali menemukan performa terbaiknya setelah mengalami patah kaki ketika melawan Stoke City pada bulan Februari 2010. Banyak yang tidak paham bahwa tidaklah mudah bagi seorang pemain yang pernah cedera cukup parah untuk menemukan kembali performa terbaiknya. Lihat saja Michael Owen misalnya. Setelah dijual oleh Liverpool ke Real Madrid, Owen gagal bersinar dan beberapa kali mengalami cedera. Sampai pada akhirnya, karir Michael Owen mengalami kemunduran secara perlahan sampai akhirnya pensiun pada musim kemarin.

Ketika musim kemarin banyak fans berkomentar negatif ketika Aaron Ramsey dimainkan, Wenger tidak bergeming. Inilah salah satu hal yang paling saya sukai dari seorang Arsene Wenger. Tidak peduli apapun yang terjadi dan dikatakan oleh fans dan media, Wenger selalu percaya 100% kepada para pemainnya. Dan hasilnya, musim ini Arsene Wenger sukses membungkam orang-orang yang musim kemarin mengampanyekan “Wenger Out”. Praktis, kini tidak terlihat lagi banner-banner yang menginginkan Arsene Wenger untuk segera hengkang dari Arsenal.

Tentu tidak berlebihan juga jika para pendukung Arsene Wenger mengatakan “Wenger knows best”. Karena faktanya, sebelum Aaron Ramsey menjadi salah satu mesin gol bagi Arsenal musim ini, musim lalu Arsene Wenger sempat berkata, “Once Aaron Ramsey starts scoring goals, he won’t stop.” Dan itu terbukti musim ini. 

Sama halnya dengan kisah di atas, percaya atau tidak, ketika kita merasa tidak bisa, masalahnya terkadang bukan karena kita tidak bisa. Bukan. Bisa jadi itu karena kita kurang percaya. Kita kurang percaya pada kemampuan kita sendiri. Kalau kalian pernah membaca kisah tentang cara menjinakkan gajah atau harimau yang dibesarkan oleh domba, mungkin seperti itulah gambarannya.

Sekali lagi, masalahnya bukan karena tidak bisa. Tapi karena kita tidak cukup yakin untuk menjadi bisa.

[tweet https://twitter.com/kamuitubeda/status/369066087100342273]

Advertisements

5 thoughts on “Kepercayaan

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s