Mengapa Berhenti Ngeblog?

Tiba-tiba saja terlintas pertanyaan ini di kepala saya. Apa mungkin ini karena saya terlalu sering melihat beberapa blog teman saya sudah tidak di-update lagi ya? Sebagai seorang yang cukup penasaran dengan pemikiran dan kehidupan orang lain, saya memang sangat senang berkunjung ke blog teman-teman saya untuk sekadar mencari tahu tentang kegiatan mereka atau pemikiran mereka. Kalau istilah kerennya, bisa dibilang saya ini kepo. Meskipun saya sendiri sebenarnya tidak terlalu peduli mau dibilang kepo atau apa. Selama yang saya lakukan itu bisa membuat teman saya merasa diapresiasi, why not?

Rasanya sedih ketika mengetahui ada beberapa blog yang sudah tidak di-update lagi. Entahlah, setiap kali ada teman saya yang berhenti ngeblog, saya selalu merasakan aroma perpisahan. Sebuah rasa yang persis seperti halnya ketika kita sampai pada halaman terakhir sebuah serial yang sudah lama kita ikuti dari awal.

Dan setelah saya coba bertanya pada beberapa orang teman, berikut ini beberapa alasan mengapa mereka berhenti ngeblog:

1. Sudah tidak ada waktu lagi.
Dari semua alasan, sepertinya ini alasan yang paling sering diutarakan oleh teman-teman saya. Saya sendiri maklum karena sebagian besar di antara mereka sekarang sudah bekerja atau melanjutkan kuliah di luar negeri. Tapi sejujurnya, kadang saya merasa kurang puas dengan jawaban seperti ini. Terkadang saya ingin membantah dan mencari pembenaran bahwa mereka sebenarnya bukan tidak punya waktu untuk ngeblog lagi. Mereka hanya mencari alasan atas kemalasannya untuk menyisihkan sedikit waktu untuk ngeblog. Tapi masalahnya siapa saya? apa terus dengan membantah alasan mereka terus mereka akan ngeblog lagi? masalahnya kan tidak sesederhana itu. Maka dari itu, saya memilih untuk diam dan tidak menyanggah alasan teman-teman saya. Karena saya yakin, mereka pasti punya alasan dan pertimbangan tersendiri mengapa tidak meng-update konten di blog mereka lagi.

2. Tidak jago menulis
Kalau ini alasan yang cukup aneh sih menurut saya. Kalau memang ngeblog itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang jago menulis, tentu saya tidak akan pernah ngeblog. Karena sampai sekarang saya merasa kualitas tulisan saya masih acak-acakan, tidak sesuai EYD, sering tidak nyambung antar satu paragraf dengan paragraf yang lain, dan lain seterusnya. Bagi saya, ngeblog itu sarana pembelajaran dalam menulis. Karena akan ada saatnya bagi kita untuk belajar dari kesalahan-kesalahan kita selama membuat sebuah postingan.

3. Tidak punya ide
Ini alasan yang cukup masuk akal. Saya pun tidak jarang merasa kehabisan ide untuk membuat tulisan. Tapi sebenarnya kalau kita benar-benar niat, pasti selalu ada jalan. Entah itu membuat postingan berdasarkan kegiatan sehari-hari, berdasarkan buku yang sudah kita baca, berdasarkan film yang baru kita tonton misalnya. Yang jelas, akan selalu ada jalan bagi yang benar-benar berkemauan.

[tweet https://twitter.com/kamuitubeda/status/370221188548546560 align=’center’]

4. Blog saya tidak punya tujuan jelas
Inilah yang dulu saya rasakan ketika mulai ngeblog. Maka dari itu, tidak mengherankan kalau pada awal-awal ngeblog kategori postingan saya bisa mencapai puluhan. Karena waktu itu saya tidak punya gambaran akan membuat blog seperti apa. Sebenarnya sampai sekarang pun saya masih mencari-cari apa sekiranya yang akan saya jadikan branding bagi blog saya ini. Apakah postingan saya tentang teknik informatika, apakah pengetahuan saya seputar teknologi informasi, apakah minat saya terhadap dunia psikologi, ataukah mungkin masih ada yang lain? Dan karena saya masih kebingungan, akhirnya saya putuskan untuk menulis sesuai dengan mood saya saja. Bisa diterima kan alasan saya? 🙂

5. Blog saya sepi pengunjung
Teman saya mungkin tidak pernah ada yang menjawab seperti ini. Tapi saya yakin, pasti mereka pernah merasa tulisan-tulisan mereka tidak ada yang membaca sehingga mereka pun mulai malas untuk menulis lagi. Dan mungkin karena hal ini pula, mengapa situs-situs semacam Kompasiana dan Tumblr semakin banyak diminati. Karena di Kompasiana dan Tumblr, peluang agar tulisan kita dibaca dan ditanggapi cukup tinggi.

Kalau masalah sepi pengunjung, mungkin itu karena kita tidak memanfaatkan fitur-fitur yang ada seperti halnya share to Facebook misalnya. Atau kemungkinan lain, itu karena kita tidak memaksimalkan SEO seperti halnya mengisi tag postingan, mengganti permalink postingan menjadi lebih SEO friendly, memberi title pada gambar, dan lain sebagainya. Atau kalau tidak, blog kita sepi pengunjung karena memang sepi postingan. Kalau mengutip kata Pak Budi Raharjo, “ngeblog itu yang penting kuantitas, bukan kualitas“. Saya sih cukup percaya dengan perkataan beliau. Mengingat pengunjung blog dosen ITB yang juga pemain band ini sudah mencapai lebih dari 2 juta.

Jadi, kalau kalian merasa blog kalian sepi pengunjung, terus saja menulis. Yakinlah bahwa akan ada saatnya bagi kalian untuk dikenal melalui tulisan kalian. Silakan coba berkunjung ke blog-blog lain untuk belajar dan jangan lupa tinggalkan sebuah komentar. Selain itu, tidak ada salahnya juga kalian coba menuliskan opini kalian yang berkaitan dengan kabar terbaru. Karena itu termasuk salah satu cara mencari traffic juga.

6. Lupa username dan password.
Pernah mengalami hal yang sama? syukurlah kalau tidak. Karena teman saya ada yang berhenti ngeblog karena lupa username dan password untuk login.

7. Penyedia layanannya sudah tutup, kak.
Kalau alasan yang satu ini agak susah sih. Apalagi kalau kita lupa mem-back-up semua datanya sebelum situsnya ditutup. Pasti akan sangat menyusahkan. Masa kita mau nulis mulai dari nol lagi? Mungkin ini yang dirasakan oleh beberapa teman saya yang sebelumnya ngeblog di posterous.com atau di dagdigdug.com.

8. Blog saya diblokir, om.
Sama halnya dengan alasan nomor 7, alasan yang satu ini susah dicari solusinya. Karena biasanya pemblokiran akan dilakukan secara sepihak tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dari penyedia layanan blog. Oleh karena itu, pesan saya, rajin-rajinlah mem-back-up konten blog, sob. Karena kita tidak pernah tahu, kapankah blog kita akan diblokir. (na’udzublillah)

 

Itu tadi beberapa alasan dari beberapa teman saya yang berhenti ngeblog.

Saya sih tidak kesal dengan teman-teman saya yang berhenti ngeblog. Karena sebagai pribadi merdeka, mereka punya hak dan punya pilihan. Saya hanya merasa sedih ketika melihat teman saya berhenti ngeblog. Karena saya sendiri sebenarnya mulai ngeblog juga karena termotivasi oleh teman. Saya sendiri tidak tahu akan ngeblog sampai kapan. Tapi kalau boleh berandai-andai, saya ingin ngeblog terus sampai saya tidak mampu menggerakkan jari untuk mengetik lagi.

Kalau kamu sendiri bagaimana? pernah berhenti ngeblog?

Advertisements

17 thoughts on “Mengapa Berhenti Ngeblog?

  1. Tidak mendapat pundi-pundi rupiah… hehehe …
    just kidding…

    dulu saya berharap bisa dapat penghasilan dari blog, tapi ternyata susahnya bukan main, dan sekarang sih udah males pasang2 iklan ….

    untungnya blog tetap jalan. 😀

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s