Kondom = Helm bagi Pengendara?

Kemarin malam saya sempat bermain-main cukup lama di Twitter. Ada 2 kasus yang cukup menarik perhatian saya, sehingga saya bermain cukup di Twitter untuk menyimak pendapat dari berbagai macam orang tentang kasus tersebut. Yang pertama adalah masalah pembagian kondom gratis, dan yang kedua adalah masalah pelecehan seksual yang melibatkan salah satu civitas akademika kampus paling terkenal di Jakarta.

Untuk kasus kondom, saya sepakat dengan pihak-pihak yang menolak. Apalagi saya sempat membaca keterangan bahwa kondom ini dibagikan kepada para siswa dan mahasiswa. Belum lagi ditambah dengan foto bus pembawa kondom yang cukup vulgar itu.

Okelah, kalau memang ada banyak pihak yang beranggapan bahwa kondom itu tidak akan memicu seks bebas (khususnya sex before married), saya merasa sepertinya ada yang salah dengan pemikiran semacam ini. Semalam, di Twitter saya sempat membaca sebuah twit yang cukup menarik tentang kondom ini. Kurang lebih seperti ini isi twitnya:

Kondom itu kan sama seperti helm. Masa bagi-bagi helm = memotivasi orang agar kebut-kebutan di jalan?

Hmmm. Sekilas, saya sempat merasa hampir setuju dengan twit ini. Namun, setelah saya renungkan lagi, ada yang tidak beres dengan pemikiran semacam ini. Kalau memang bagi-bagi helm itu kan kasusnya pengendaranya sudah punya kendaraan, padahal yang terjadi di lapangan, helm ini dibagikan kepada orang-orang yang tidak punya kendaraan. Faktanya, kondom dibagikan di kampus-kampus dan di tempat-tempat umum. Jadi, bisa dipastikan sasaran pembagian kondom adalah para anak muda. Di sinilah masalahnya. Kalau menurut saya, bagi-bagi kondom ini bukan lagi seperti memberi helm kepada pengendara, melainkan seperti memberi mobil kepada anak yang belum cukup umur untuk mendapat SIM.

Kalau memang pembagiannya dilakukan di tempat prostitusi, okelah masuk akal. Meski saya sangat tidak setuju dengan prostitusi, pembagian kondom di tempat-tempat prostitusi masih lebih bisa diterima daripada dibagikan di kampus dan di jalanan. Apalagi kalau bus yang digunakan untuk membagi kondom adalah bus bergambar sosok artis dengan pose yang … aaah sudahlah. Kalau bukan mendorong orang untuk berbuat zina itu apa ya namanya? 😐

Itu pendapat saya untuk kasus kondom. Sebaiknya gak usahlah dibahas terlalu jauh lagi lah kasus kondom ini. Karena semakin banyak kita bahas, hal-hal semacam ini malah akan membuat banyak orang semakin penasaran dengan kondom ini. Percayalah, begini-begini saya pernah muda, bung. 😀

———-

Untuk kasus pelecehan seksual yang melibatkan salah satu civitas akademika kampus paling terkenal di Jakarta, posisi saya berada di pihak korban. Untuk kasus ini, kita memang harus hati-hati. Karena di beberapa media massa, pemberitaannya terkesan menutupi dan membela pelaku. Jadi, sebaiknya kalian mencari situs-situs yang lebih netral agar bisa melihat sudut pandang dari kedua belah pihak.

Satu yang saya sesalkan dari kasus ini adalah karena banyak yang menghakimi dan menggenarilisir. Kalau memang ada oknum seniman yang berperilaku kurang baik, bukan berarti semua seniman itu kurang baik. Kalau ada hakim yang korupsi, bukan berarti semua hakim itu korupsi. Kalau ada polisi yang suka main suap ketika menilang, bukan berarti semua polisi itu demikian. Ini yang harus kita pahami baik-baik. Maka dari itu, jangan suka menghakimi rekan-rekan seprofesi pelaku.

Berkaitan dengan ini, saya ingin mengutipkan sebuah twit dari Mas Goenawan Mohamad kepada Mas Sahal.


Tak lupa, silakan disimak juga twit berangkai dari Gus @awyyyyy tentang menyikapi aib saudara. Biar kita tidak mudah menghakimi dan mengumbar aib saudara sendiri.

Terakhir, sungguh, saya yakin kita semua pasti punya salah dan punya aib. Maka dari itu, kalau saya pernah terlihat baik di mata teman-teman, itu semua karena Allah menutupi aib-aib saya dari pandangan kalian.

Advertisements

One thought on “Kondom = Helm bagi Pengendara?

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s