Mengapa (Harus) Membaca?

Menulis, apalagi menulis esai, paling asik dimulai dari apa yang kita ketahui atau apa yang kita alami

Itu adalah salah satu kalimat dari Zen RS yang paling saya ingat ketika menghadiri workshop Esai yang diadakan oleh teman-teman Forum Muda Paramadina pada hari Rabu, 19 Maret 2014 di Perpustakaan Bank Indonesia di Jalan Taman Mayangkara No. 6 Surabaya.

Sudah lama saya mengagumi Zen. Seingat saya, saya pertama kali tahu Zen dari sidebar yang ada di blog Gus Mustova kalau nggak dari blog Kang Iman Brontoseno. Dari sana, saya kemudian rajin mengunjungi blog Zen dan kemudian follow akun twitternya. Sampai sekarang ketika Zen aktif menjadi salah satu kontributor di Yahoo saya masih tetap mengikuti beberapa tulisannya, meski tidak semuanya.

Saya akui, saya memang lebih suka tulisan-tulisan ringan seperti novel, komik, dan semacamnya. Maka dari itu, saya mengidolakan Andrea Hirata, Dan Brown, Tetsuko Kuroyanagi, Michael Scott, dan juga Eiichiro Oda. Tapi bukan berarti saya tidak suka jenis tulisan yang lainnya. Sama halnya dengan selera musik. Saya tidak pernah membatasi selera musik saya pada salah satu genre saja. Apapun genrenya, selama itu membuat saya betah mendengarkannya pasti akan saya dengarkan.

Kembali lagi ke Zen…

Salah satu yang saya suka dari Zen adalah keluasan pengetahuannya. Dalam setiap tulisannya, Zen hampir selalu menyertakan film, buku, ataupun peristiwa sejarah sebagai sebuah analogi dan perbandingan, atau minimal menggunakannya sebagai sumber kutipan. Persis seperti yang sering dilakukan oleh beberapa penulis esai favorit saya lainnya, sebut saja Goenawan Mohamad, Andi Bachtiar, dan Bahtiar Rifai Septiansyah.

Menyertakan kutipan dari buku, film, maupun peristiwa sejarah membuktikan bahwa penulis-penulis tersebut adalah pembaca kelas berat. Meskipun sebenarnya tujuan mereka banyak membaca bukanlah itu. Saya tahu.

Salah satu manfaat utama membaca adalah menambah kosa kata,

Begitulah kata Zen dalam workshop yg saya ikuti. Membaca buku itu bukan hanya untuk keren-kerenan. Kalau istilah anak sekarang, bukan sekadar untuk pamer di Goodreads. Bagi penulis, tujuan utama membaca adalah menambah kosa kata. Baru setelah itu memperluas pola pikir, sudut pandang, pengetahuan, serta menambah stok kutipan. Karena kosakata bagi penulis itu persis seperti halnya cat warna pagi pelukis. Semakin banyak kosakata yang kita punya, semakin detail deskripsi kita. Persis seperti cat warna. Semakin banyak stok cat warna yang kita punya, semakin detail gambar yang kita hasilkan. Dan akhirnya, pesan yang ingin kita sampaikan melalui tulisan atau lukisan pun sesuai dengan apa yang kita harapkan. Di sinilah pentingnya membaca.

Bagi penulis, membaca dan menulis itu sebuah kesatuan. Tidak bisa dipisahkan. Kalau kalian perhatikan, semua penulis yang baik adalah pembaca yang baik.

Kalau kalian cuma suka menonton FTV, kosakata yang kalian kuasai hanya sebatas kata-kata yang sering diucapkan dalam FTV tersebut. Kalau kalian hanya suka bermain twitter, maka kosakata yang kalian kuasai hanya sebatas twit-twit yang kalian baca. Begitu seterusnya.

Maka tidak mengherankan kalau di zaman ini, banyak anak muda kesulitan mendeskripsikan perasaan hati. Tiap ada masalah sedikit, langsung pakai ‘galau’. Seakan-akan tidak ada kosa kata lain untuk mendeskripsikan suasana hati. Padahal kalau kita mau mencari, ada banyak sekali alternatif untuk mendeskripsikan perasaan hati yang sedang bermasalah. Ada gundah, gulana, gelisah, resah, risau, dan lain sebagainya. Jadi, semakin kita banyak membaca, stok kosakata kita akan semakin melimpah. Inilah mengapa Zen menyebut aktivitas membaca itu sama halnya dengan menambah stok cat warna.

Jadi, kapan nih kita mulai menambah stok kosakata? πŸ™‚

Advertisements

8 thoughts on “Mengapa (Harus) Membaca?

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s