4 Macam Calon Mahasiswa

Di salah satu bukunya yang berjudul “Dapat Apa Sih dari Universitas?”, Romi Satri Wahono mengklasifikasikan mahasiswa menjadi 4 kelompok: mahasiswa yang tidak sadar akan ketidakbisaanya, mahasiswa yang sadar akan ketidakbisaannya, mahasiswa yang tidak sadar akan kebisaannya, dan mahasiswa yang sadar akan kebisaannya.

Dan kali ini, saya akan mencoba mengklasifikasikan calon mahasiswa menjadi 4 kelompok dengan parameter yang agak berbeda dengan yang dipakai oleh Pak Romi. Berikut ini klasifikasinya:

1. Punya cita-cita dan target, dan tahu potensi diri.

Mereka yang masuk golongan ini pada dasarnya adalah orang-orang pilihan. Karena memang jumlahnya termasuk paling sedikit dibandingkan golongan lainnya. Ciri-ciri orang yang masuk golongan ini di antaranya adalah sebagai berikut:

Di masa SMA…

Mereka yang masuk golongan ini biasanya sejak di bangku SMA sudah rajin ikut ekskul atau rajin ikut lomba buat mengasah minat dan bakat yang mereka miliki. Tidak seperti kebanyakan siswa SMA yang seringkali kebingungan ketika ditanya akan melanjutkan pendidikan ke mana, mereka yang masuk golongan 1 ini adalah orang-orang yang sangat visioner. Dengan bermodalkan pengetahuan akan potensi diri yang mereka punya, mereka yang masuk golongan 1 ini seringkali tidak menemukan kesulitan berarti ketika menentukan pilihan jurusan di perkuliahan.

Kalau ada calon mahasiswa yang masih kebingungan ketika dihadapkan pada banyaknya pilihan jurusan, bisa dipastikan mereka bukanlah bagian dari golongan 1 ini. Karena yang termasuk golongan 1 ini adalah orang-orang tahu potensi diri, sekaligus punya tujuan target serta tujuan yang jelas.

Di masa perkuliahan…

Mereka yang masuk golongan ini seringkali menjadi golongan yang paling cepat beradaptasi dengan dunia perkuliahan. Karena sudah mencari tahu info mengenai jurusan yang ingin mereka masuki semenjak SMA, ditambah lagi jurusan yang mereka masuki seringkali adalah jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki, tidak mengherankan kalau golongan 1 ini adalah orang-orang yang paling survive di masa awal-awal perkuliahan. Kalau biasanya mahasiswa tahun pertama sering mengalami demam ‘merasa salah jurusan’, tidak demikian halnya dengan orang-orang yang masuk golongan 1 ini. Tidak ada ‘merasa salah jurusan’ dalam kamus mereka karena semuanya memang sudah dipersiapkan dengan sangat matang. Kalau kuliah itu diibaratkan perang, mereka ini adalah pasukan paling terlatih dengan amunisi paling lengkap. Jadi, bisa dibilang mereka ini orang-orang paling siap memasuki ‘medan perang’.

Dan karena mereka juga punya cita-cita yang jelas sejak awal, mereka yang masuk golongan ini seringkali tidak menemukan kendala berarti selama kuliah. Kalaupun lulusnya tidak tepat waktu, mereka yang masuk golongan ini biasanya tidak lulus tepat waktu bukan karena tidak mampu, tapi karena memang tidak mau. Tapi sayangnya, mereka yang termasuk dalam golongan ini sangatlah jarang.

2. Punya cita-cita dan target, tapi belum tahu potensi diri.

Golongan 2 ini adalah golongan yang termasuk paling banyak jika dibandingkan dengan golongan 1 dan golongan 3. Ciri-ciri golongan 2 ini adalah sebagai berikut:

Di masa SMP dan SMA…

Mereka yang termasuk golongan 2 ini biasanya adalah orang-orang yang belum tahu benar potensi diri. Dan karena belum tahu, akhirnya beberapa di antaranya memutuskan untuk mencoba ikut ekskul atau lomba tertentu untuk mengenali potensi yang mereka miliki. Tapi tidak jarang juga, mereka yang termasuk golongan ini adalah orang-orang yang tidak mau tahu dengan potensi yang mereka miliki dan tidak terlalu berminat untuk ikut ekskul atau lomba tertentu selama SMP dan SMA. Yang jelas, mereka punya cita-cita yang jelas akan melanjutkan ke mana ketika sudah lulus SMP dan SMA.

Di perkuliahan…

Mereka yang termasuk golongan 2 ini biasanya kurang bisa beradaptasi dengan cepat di perkuliahan. Karena hanya bermodalkan cita-cita dan target, mereka yang termasuk golongan 2 ini biasanya tidak mencari tahu lebih dalam soal jurusan yang akan mereka pilih. Sehingga ketika menemukan fakta bahwa dunia perkuliahan tidaklah sesederhana yang mereka bayangkan, biasanya mereka merasa kurang siap dan gelagapan di tahun pertama perkuliahan.

Tapi berhubung orang yang termasuk golongan 2 ini adalah orang-orang yang cara bekerjanya based on target, di tahun kedua perkuliahan biasanya mereka mulai menemukan ritmenya kembali. Mereka mulai menyusun target-target yang ingin dicapai selama perkuliahan. Mulai dari dapat IP cumlaude, lulus tepat waktu, juara lomba ini itu, pengisi seminar di sana sini, dan menjadi peserta pertukaran mahasiswa adalah beberapa target umum mahasiswa golongan 2 ini.

Dan karena mereka adalah orang yang biasa bekerja dengan target dan tujuan yang jelas, mereka biasanya tidak menemukan banyak kendala di perkuliahan. Dari semua mahasiswa yang lulusnya cumlaude dan tepat waktu, lebih dari separuhnya adalah golongan 2 ini.

3. Belum punya cita-cita dan target, tapi tahu potensi diri.

Golongan 3 ini adalah golongan yang paling tidak umum dibandingkan ketiga golongan yang lainnya. Dari semua kategori, ini sebenarnya golongan yang paling jarang ditemui. Karena umumnya seseorang yang tahu minat dan bakatnya akan lebih mudah menentukan cita-citanya.

Di masa SMP dan SMA…

Mereka yang termasuk golongan ini biasanya didominasi oleh anak-anak yang punya potensi di bidang seni dan olahraga. Memang ada juga anak olimpiade (yang rajin ikut lomba mata pelajaran) yang masuk di golongan ini. Tapi biasanya jumlah tidak banyak. Karena biasanya anak-anak yang rajin ikut olimpiade fisika atau matematika misalnya, sudah punya gambaran akan melanjutkan ke mana setelah tamat SMA.

Dan karena memang sudah tahu potensi diri yang mereka miliki, tidak jarang selama di bangku SMP dan SMA, mereka yang masuk golongan 3 ini sering menjuarai lomba di bidang yang menjadi potensi mereka. Selain itu, mereka ini biasanya paling sering dipanggil ke depan ketika upacara bendera untuk menerima hukuman karena lupa tidak membawa topi penghargaan atas prestasi mereka. Tapi karena bidang yang menjadi potensi mereka tidak banyak peluang kerjanya, mereka yang masuk golongan 3 ini biasanya mengalami kebingungan ketika sudah memasuki masa akhir SMA.

Di perkuliahan…

Secara umum, mereka yang masuk golongan 3 ini terbagi menjadi 2 macam lagi. Yang pertama, mereka yang memilih jurusan yang sesuai dengan potensi yang mereka miliki. Dan yang kedua, mereka yang memilih jurusan lain yang tidak ada kaitannya secara langsung dengan potensi yang mereka lagi.

Untuk golongan 3a (yang memilih jurusan sesuai dengan potensi yang mereka miliki), biasanya mereka tidak akan menemukan kesulitan berarti di masa awal-awal perkuliahan. Mengingat jurusan yang mereka pilih memang sesuai dengan potensi yang mereka miliki. Tapi begitu memasuki semester akhir, tidak jarang mereka yang masuk golongan 3a ini biasanya mulai kehilangan orientasi. Karena mereka berpikir bahwa bidang yang mereka tekuni tidak banyak lapangan kerjanya, tidak jarang mereka menghabiskan masa akhir kuliahnya untuk mencoba berkarya. Yang tentu saja hal itu membuat masa perkuliahan mereka menjadi lebih lama daripada mahasiswa rajin pada umumnya.

Sementara untuk golongan 3b (yang memilih jurusan tidak sesuai dengan potensi yang mereka miliki), sama seperti golongan 2, mereka biasanya merasa kesulitan di masa-masa awal perkuliahan. Kalau tidak bisa menemukan sebuah alasan, target, atau tujuan yang jelas seperti halnya golongan 2, golongan 3b ini biasanya menjalani perkuliahan dengan tidak penuh minat. Hasilnya? bisa ditebak sendiri. Kuliahnya bakal berantakan kalau tidak sesegera mungkin bertransformasi menjadi golongan 2 yang berorientasi target dan tujuan.

4. Belum punya cita-cita dan target, dan belum tahu potensi diri.

Dibandingkan dengan 3 macam golongan yang sudah saya sebutkan, golongan ini adalah golongan yang paling butuh untuk didoakan agar tenang di sana mengkhawatirkan.

Selama SMP dan SMA…

Mereka biasanya adalah siswa yang tidak berminat ikut lomba dan organisasi. Bagi mereka masa sekolah adalah masa-masa paling indah, masa-masa yang harus dirayakan, tanpa harus dibuat menjadi masalah dan beban pikiran. Mereka biasanya tidak mau tahu akan melanjutkan ke mana setelah SMP atau SMA. Prinsip mereka, masa sekolah hanyalah salah satu fase hidup yang harus mereka lalui sebagai bagian dari peradaban manusia abad 21 sebelum menuju masa galau karena jodoh dan pekerjaan. Tidak lebih dari itu.

Selama perkuliahan

Secara umum, golongan 4 ini hampir sama dengan golongan 3b. Pertimbangan mereka dalam memilih jurusan biasanya kalau tidak peluang kerjanya paling besar, setidaknya peluang masuknya paling besar. Sehingga tidak jarang mereka memilih jurusan yang paling jarang diminati dengan harapan agar bisa masuk. Tanpa mempertimbangkan apakah jurusan yang mereka pilih bisa memaksimalkan potensi diri yang mereka miliki.

Persis dengan golongan 3b, tidak jarang mereka yang termasuk golongan 4 ini akan merasa kesulitan di awal perkuliahan. Kecuali jika ternyata jurusan yang mereka pilih adalah jurusan yang ‘ndilalah’ sesuai dengan potensi yang mereka miliki.

Kalau ternyata mereka bertahan, mampu menyesuaikan diri, dan bertransformasi menjadi golongan 2, mereka mungkin bisa menyeleasikan perkuliahan meski dengan babak belur dan sudah mendekati injury time. Tapi jika tidak, wallahu a’lam bis showab.

Pertanyaannya sekarang, mungkinkah untuk berpindah golongan?

Tentu sangat mungkin. Selama kita hidup, selama itu pula waktu kita untuk terus bertransformasi. Harapan kita semua tentu sama, bisa menjadi bagian dari golongan 2 dan golongan 1.

Terus bagaimana caranya menemukan potensi diri?

Yang membedakan golongan 1 dengan golongan lainnya adalah mereka yang termasuk golongan 1 adalah orang yang sangat sadar dengan potensi diri, target, serta tujuan yang mereka miliki. Kalau kalian memang ingin menjadi bagian dari golongan ini, sejak SMA, atau bahkan SMP, kalian sudah harus sering mencoba banyak sekali aktivitas. Jangan pernah takut dan membatasi diri untuk mencoba melakukan hal-hal yang baru. Karena tidak ada rumus pasti untuk menemukan potensi diri, kecuali dengan mencobanya satu per satu.

Kita tidak akan pernah tahu apakah kita punya potensi menjadi atlet renang kalau tidak pernah menceburkan diri ke kolam renang. Sama halnya dengan itu, kita tidak akan pernah tahu apakah kita punya potensi di bidang seni kalau kita sendiri tidak pernah mencoba berkarya. Begitu seterusnya.

Maksimalkan masa SMP dan SMA sebagai masa pencarian jati diri.  Karena idealnya, masa perkuliahan adalah masa pengembangan, bukan lagi masa pencarian. Karena pencarian dan pengenalan potensi diri seharusnya sudah selesai dilakukan sejak SMP dan SMA.

Terakhir, kebahagiaan memang ada banyak cara. Mempelajari dan menekuni bidang yang kita sukai adalah salah satu pintunya.

Salam,
@kamuitubeda

—————————————————————————————————————-
*nb: tulisan di atas hanyalah berdasarkan observasi pribadi penulis. jadi, mungkin benar, mungkin salah.
Advertisements

9 thoughts on “4 Macam Calon Mahasiswa

  1. dimas

    Bang, TI kan ada matematikanya
    Gw mau msk tp gw (bego) matematikannya, tp gw mau serius kira” bs ga ya?
    Btw ntar diajarin mtknya ga di univ haha (soalnya gw pas SMA malu nanya gitu, jadi agak ga ngerti mtk gw) *lahcurhat

    1. Bisa aja. Yang penting kamu memang benar-benar serius.

      Lagian, untuk bisa survive di teknik informatika nggak perlu harus jago semuanya kok. Yang penting mau berusaha, sering mencoba, dan tidak malu untuk bertanya.

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s