Balada Jadi Blogger di Era Kopas

Hari ini saya coba iseng-iseng melakukan pencarian di Google dengan beberapa kata kunci seputar teknik informatika. Hasilnya ternyata sesuai dengan dugaan saya. Beberapa tulisan saya muncul di beberapa blog tanpa dicantumkan sumber asli tulisannya.

2016-01-13 (2) 2016-01-13 (1)

Tidak perlu bertanya kepada Ki Gendeng Pamungkas untuk bisa tahu mana di antara link-link tersebut yang mencantumkan tulisan saya. Karena memang sudah jelas sekali kan, ya.

Menjadi seorang blogger itu menyenangkan. Apalagi jika tulisan kita banyak dibaca dan dikomentari. Seakan-akan perjuangan kita untuk membuat tulisan itu benar-benar dihargai. Lupakan soal banyaknya pengunjung, dikomentari adalah salah satu pencapain tertinggi bagi seorang blogger.

Maka dari itu, saya selalu berpendapat bahwa membuat tulisan agar dibaca dan dikomentari itu tidak salah. Karena memang itulah yang membuat aktivitas ngeblog menyenangkan, mengetahui bahwa tulisan kita memberi manfaat buat orang lain.

Yang salah adalah jika tulisan yang kita pasang di blog adalah tulisan orang lain, tapi kita tidak memberikan kredit pada penulis aslinya. Atau gampangnya, kita tidak mencantumkan link tulisan aslinya. Karena bagaimanapun, mencantumkan link asli tulisan adalah etika dari menyalin tulisan orang lain yang ada di internet.

Mungkin karena tidak tega melihat tulisan saya banyak disalin dan ditampilkan di sana sini tanpa mencantumkan sumber tulisan aslinya, beberapa bulan yang lalu, Mbak Dini cerita melalui ask.fm bahwa tulisan saya banyak “dibajak” oleh orang lain. Tapi berhubung saya memang sudah tahu sejak lama bahwa tulisan-tulisan saya yang berkaitan tentang teknik informatika sering disalin oleh pembaca saya, jadi saya santai saja. Begini respon saya waktu itu.

2016-01-13

Mengetahui tulisan kita disalin tanpa dicantumkan link tulisan aslinya mungkin menyedihkan. Tapi bukan itu yang membuat saya sedih. Yang membuat saya sedih adalah karena pendidikan kita sampai saat ini belum bisa sampai menanamkan nilai-nilai seperti menghargai hasil karya orang lain yang semestinya sangat mudah untuk dilakukan. Lupakan dulu soal juara olimpiade internasional. Selama kita masih belum bisa mengajarkan kepada generasi selanjutnya bagaimana seharusnya bersikap sebagai seorang manusia, pendidikan kita berarti masih bermasalah.

Dan setelah saya renungkan lagi, ternyata menjadi seorang blogger di zaman kopas memang lebih banyak tantangannya daripada menjadi seorang vlogger. Konten blog itu sangat mudah disalin sesuka hati pembacanya. Beda dengan video blog yang lebih susah buat diplagiasi. Karena secara teknologi, konten berupa teks memang lebih mudah disalin dan diedit sesuka hati daripada video. Mungkin inilah salah satu alasan kenapa kemudian banyak blogger akhirnya beralih ke video blog daripada sekadar blog. Atau sebaiknya mulai sekarang saya pindah haluan menjadi vlogger saja?

Bagaimana pemirsa? ada saran buat saya?

 

————-

*sumber gambar: http://www.lawinc.com/dmca-takedown-steps

Advertisements

One thought on “Balada Jadi Blogger di Era Kopas

  1. Tetap saja dari diri sendiri mas, toh kalau kita nulis duluan orang bakal tau mana yang ori dan yang tidak. Dan tentunya kalau kita sudah share apapun ke internet, kita sudah siap dengan akibatnya, baik itu foto, video, tulisan, karena kalau tidak mau kena copas, yaudah jangan di publish, karena tulisan mas dari kamuitubeda.com bakalan di lihat seluruh dunia mas..

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s