Alfian Pamungkas Sakawiguna (CEO Cloud Service Start-Up)

Setelah beberapa bulan vakum karena fokus menyelematkan dunia beberapa hal, alhamdulillah, akhirnya saya kembali lagi mengisi blog ini.

Sebagai tulisan pembuka setelah sekian lama vakum, di kesempatan kali ini saya akan kembali menyajikan hasil wawancara saya dengan anak-anak muda yang berkarya di dunia IT. Di postingan sebelumnya, seperti yang kalian tahu, salah satu teman baik saya selama kuliah di ITS yang jadi target wawancara saya. Dan kali ini, orang yang kurang beruntung itu adalah seorang mahasiswa semester 5 teknik informatika yang juga menjadi CEO di salah satu perusahaan cloud service di Indonesia yang berbasis di Bandung. Alfian, begitu orang-orang biasa memanggilnya. Dan berikut ini biodata singkatnya:

Nama: Alfian Pamungkas Sakawiguna
TTL: Sukabumi, 30 Nov 1995
Status: Kayaknya sih single. Silakan tanya sendiri buat lebih jelasnya.
FB: jejakklasik
instagram : jejakklasik
website: alfian.me

Kalau tidak salah ingat, saya pertama kali mengenal Alfian dari blog ini. Tepatnya di pertengahan tahun 2013, Alfian yang merupakan salah satu pembaca blog ini menghubungi saya via FB saya untuk menanyakan beberapa hal terkait perkuliahan di teknik informatika ITS yang menjadi salah satu jurusan impiannya. Dan semenjak itu, kami akhirnya menjadi teman di FB sampai dengan sekarang.

Saat ini Alfian merupakan seorang mahasiswa aktif di salah satu kampus ternama di Bandung. Selain menjadi mahasiswa, dia juga merupakan founder dan CEO perusahaan cloud service yang dirintisnya sejak 1.5 tahun yang lalu. Jujur, saya merasa beruntung sekali bisa melakukan wawancara di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa, CEO, dan menjadi pembicara di banyak acara. Dan tanpa banyak basa-basi lagi, berikut cuplikan wawancara saya dengan Alfian. Check it out.

Kalau boleh tahu, kesibukan kamu apa sekarang?
Untuk saat ini kesibukan amanah sebagai mahasiswa dan CEO IDCloudHost

Wih, mantap. Kalau boleh tahu, omset IDCloudHost saat ini berapa?
Untuk tahun ini, omsetnya udah nyampe 1.5m

Wih, besar juga, ya?
Alhamdulillah mas pelan-pelan dari 0 hehe.

Terus, kalau jumlah pengguna layanan IDCloudHost sendiri sekarang ada berapa?
Kalau pengguna, sampai saat ini baru nyampe di angka 9000-an mas

Maaf ya sebelumnya kalau pertanyaan selanjutnya ini agak sensitif. Kalau boleh tahu, berapa sih pendapatan seorang CEO perusahaan start-up seperti kamu ini? Nggak usah dijawab dengan terbuka juga gak apa-apa.
Yang jelas cukup lah kalau sekarang, mas. Tapi kalau dulu, di masa awal-awal merintis IDCloudHost, karena saya founder juga jadinya dulu saya sempat merasakan kerja tanpa penghasilan. Dan tetep jalan hehe.

Lanjut, ya. Kamu sekarang kan sudah lumayan sukses dengan IDCloudHost, boleh dong cerita singkat bagaimana dulu awalnya sampai memutuskan terjun di bisnis ini? Apakah dari awal memang bisnis di bidang layanan hosting ataukah ada bisnis sebelumnya?
Sebelum mendirikan IDCloudHost, saya sempet punya startup hosting yang sampai sekarang startupnya masih jalan. Saya buatnya di tahun 2012-an dan di tahun 2014 saya memutuskan keluar dari perusahaan sendiri karena permasalahan internal yang tak kunjung membaik. Dan jauh sebelum terjun ke layanan cloud service, saya juga sempat coba bisnis di bidang IT yang menjadi ketertarikan saya sejak lama. Saya pernah buat warnet dan server pulsa. Hingga penasaran cara kerja pembuatan website. Eh masih penasaran ke hosting. Dan masih penasaran juga gimana cara kerja company. Karena penasaran jadinya merasa harus terus belajar, sampai akhirnya sekarang alhamdulillah bisa survive dengan IDCloudHost.

Bisnis warnet dan pulsa itu sejak kelas berapa?
Smp buat warnet sama jualan pulsa. SMA buat server pulsa.

Sekarang masih jalan?
Warnet masih jalan di Sukabumi. Ada yang jagain. Kalau server pulsa, karena ga terlalu fokus di server pulsa sementara saat ini pake servernya partner biar meminimalisir cost.

Wih, keren banget sih kamu, yan. Aku jadi speechless. Hehe. Oke lanjut, kesulitan apa yang kamu hadapi di masa-masa awal membangun bisnis ini? Pernah ada momen-momen yang membuat kamu untuk berhenti nggak? atau dari awal lancar-lancar aja?
Banyak tantangannya, yang paling besar ketika harus keluar dari perusahaan lama. Waktu itu banyak yang nawarin kerja juga cuman aku nggak minat. Akhirnya buat perusahaan baru karena ada client lama saya bilang : “dulu saya order karena servicenya bagus. Sekarang ga kayak dulu ketika ada mas Alfian”. Saya tersentuh langsung buat perusahaan baru dan karena tidak ingin kesalahan yang dulu terjadi kembali makannya dibuat berbadan hukum langsung πŸ™‚

Kalau berhenti sih engga ya, suka inget motivasi terbesarnya khairunnas anfauhum linnas. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Dan membuat lapangan pekerjaan sepertinya jalan yang tepat. Hehe

Kalau masalah teknis ada nggak? server down dan semacamnya?
Teknis ada ada. Awalnya kami nggak mementingkan security. Bukan nggak mikirin tapi nggak belajar. Sempet sering down karena selalu diserang. Oleh karenanya kami berterimakasih sekali ke orang yg selalu test server kita, kayak ngingetin 😊 dan akhirnya banyak belajar dari kesahalan teknis /bug.

Berarti memang belajarnya sambil jalan ya?
Ya, trial and error. Kayak buat server pulsa aja dulu nggak tau gimana caranya.

Lanjut. Selain menjalani kesibukan sebagai CEO, kamu sekarang kan juga kuliah, pernah keteteran nggak sih? kalau boleh tahu, bagaimana cara kamu membagi waktu di antara keduanya?
Saat ini lagi keteteran, bukan karena kerjaan di kantor, tapi lebih karena kesibukan seperti harus keluar kota. Kalau sama kerjaan insyaAllah masih bisa ke-handle. Tidurnya diminimalisir. 3-4 jam aja. Atau di kelas kalau bosen dengerin dosen bisa baca buku atau tidur. Hehe.

Jadi nggak ada jadwal khusus ya buat ke kantor? selama nggak ada kelas, ya di kantor? gitu?
Aku fulltime di kantor. Tidurpun 😊 Karena tiap hari harus training sama pendampingan team. Terutama cs.

Kantor 24 jam berarti, ya?
Iya, 24 jam. Haha.

Next, setelah mendengar cerita perjuangan kamu membangun bisnis, saya paham mengapa kamu akhirnya memutuskan untuk mendalami dunia IT di perkuliahan. Yang membuat saya penasaran sekarang adalah, bagaimana relevansi antara pekerjaan kamu dengan apa yang diajarkan di perkuliahan? Apakah sesuai dengan yang kamu harapkan?
Jawaban singkat : nggak ada πŸ˜‚ Tapi ada manfaat lainnya. Semisal relasi atau bisa kenal orang keren hehehe

Hahaha. Pernah merasa salah jurusan nggak?
Kalau salah kayaknya engga sih, karena pilihan di awal saya cari tau dulu segalanya. Cuman ya setelah masuk ngerasa ga perlu belajar ini dan ini πŸ˜‚

Jadi kamu sepakat dengan orang yang berpendapat bahwa dunia kuliah dan dunia kerja di bidang IT seringkali tidak sinkron? khususnya di Indonesia?
Yaa… apalagi karyawanku rata-rata lulusan s1. Aku ajarin(arahin) dulu. Perlu waktu lama. Karena memang tidak sinkron kali ya πŸ˜‚

Kalau boleh tahu, dalam merekrut karyawan, apa yang kamu jadikan ukuran? apakah ada tes masuk? ataukah cukup dengan ijazah (yang penting IT)?
Karena aku setuju pendidikan nggak selaras. Aku malah nggak melihat ijazah. Faktor kemauan yang tinggi dan cepet belajar walau belum paham IDCloudHost sendiri nggak masalah. Tapi tetep prefer orang yang punya pengetahuan juga. Makanya ada masa percobaan dulu.

Jadi penentuannya di masa percobaan itu ya?
Iya penentu dia cocok di culture kita juga. Siapa tau kita cocok tapi dianya enggak.

Berapa lama itu masa percobaannya kalau boleh tahu? 1 bulan? 3 bulan?
3 bulan

Asik juga ya kalau gitu, jadi orangnya bisa merasakan dulu. Next, pegawai IDCloudHost sendiri ada yang lulusan SMK juga kah kalau boleh tahu? ataukah semuanya lulusan S1?
Dari 16 pegawai, ada 1 lulusan SMA, 1 lulusan smk, mahasiswa 2 (termasuk aku), sedang s2 1, sisanya lulusan s1

Lumayan variatif juga, ya. Oh iya, yan. Aku pernah baca sekilas katanya dulu kamu pernah dapat tawaran milyaran rupiah buat IDCloudHost? Bisa diceritakan sedikit nggak kronologinya?
Itu di bulan ke-8 IDCloudHost berdiri. Termasuk kompetitor juga sih.

Itu niatnya buat mengakusisi secara penuh?
Ya sama orang-orangnya. Jadi nanti d gaji sama mereka. Enak kok penawarannya.

Dihargai berapa emangnya dulu?
1 – 2 M dia nawarnya

Lumayan, lho. Kenapa nggak kamu lepas, yan? Kan masih bisa bikin lagi seperti sebelumnya?
Saya nggak berani lepas soalnya layanan jasa seperti IDCloudHost ini kekuatannya ada pada kepercayaan client. Takutnya nanti mereka nggak mau order lagi. Kan repot.Hehe. Kalau aplikasi yg nggak ada unsur kepercayaan sama client boleh lah.

Gitu, ya. Masuk akal juga sih alasannya. Oke. Next. Menurut kamu sebagai pelaku bisnis, bagaimana peluang usaha di dunia IT beberapa tahun mendatang?
Semakin baik, di Indonesia segini masih tertinggal daripada di luar sana. Beberapa tahun lagi bakal rame solusi agar startup bisa menghemat keuangan. Kalau sekarang umumnya startup yang dapat investasi besar umumnya dipakai buat google adword / fb ads hingga 30%. Coba kalau dibangun machine learning pencarian atau di alokasikan ke big data analyst. Beberapa tahun lagi masanya orang big data analyst yang berjaya. Jadi aku pikir IT masih menjanjikan.

Karena sudah terlalu panjang, langsung saya percepat saja wawancaranya. Kalau boleh tahu, apa target kamu dalam 5 tahun ke depan?
Target saya membuat sistem cloud di Indonesia yang sesuai keinginan pasar. Mengonlinekan UKM biar nggak kalah sama startup yang sering bakar duit. Memurahkan internet Indonesia dengan banyaknya orang yang make server Indonesia. Membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di sekor pertanian insyaAllah.

Kenapa pertanian? ada minat ke sana? atau murni karena merasa sedih melihat anak muda tidak ada yg mau terjun di bidang pertanian? bahkan sarjana pertanian sendiri?
Saya ingin membantu kalangan menengah ke bawah buat mengelola pertanian. Selain seperti yang mas Saad bilang karena sedih nggak ada yang serius menggarap bidang itu. Khususnya anak muda.

Oke, last but not least, di luar sana, ada banyak orang yang bercita-cita untuk sukses di bidang IT tapi tidak tahu harus memulai dari mana, ada saran buat mereka?
Mulailah dari permasalahan. Dan cobalah menjadi problem solver. Jika sudah mempunyai ide gila di IT cobalah validasi idenya ke rekan terdekat, syukur-syukur ke mentor kalau ada. Jika diberikan masukan jangan pernah sakit hati. Cobalah terus dengarkan masukannya sampai kita tahu idenya benar-benar bagus atau tidak. Jika baguspun tetap setiap waktu harus sabar memperbaikinya. Niatkan untuk membantu orang lain, agar kita terus termotivasi memperbaiki produk yang telah kita buat. Rencanakan semuanya sebaik mungkin, mulailah sesegera mungkin agar gagal lebih awal dan sukses lebih cepat. Bila tidak suksespun kita sudah merasakan kegagalan lebih cepat untuk dapat ide yang lebih baik. Syukuri segala cobaan untuk menjadikan kita lebih kuat 😊 Jika masih proses pencarian, cepatlah menentukan harus ke arah mana kita berjalan. Karena orang yang berhasil di suatu bidang, mayoritas orang yang menekuni bidang tersebut.

Terima kasih banyak, yan, atas waktunya.
Sama-sama, Mas.

Demikian tadi cuplikan wawancara saya dengan Alfian. Semoga cuplikan wawancara di atas memberi banyak manfaat. Khususnya buat kalian yang masih penasaran dengan dunia kerja di bidang IT.

Sebelum saya tutup, buat kalian yang penasaran dengan Alfian Pamungkas Sakawiguna, ini dia anaknya.

 

 

Satu hal yang saya pelajari dari sosok Alfian Pamungkas Sakawiguna:

Tidak perlu menunggu sarjana untuk bisa mandiri dan berkarya.

Sampai jumpa di postingan saya selanjutnya. πŸ™‚

Advertisements

4 thoughts on “Alfian Pamungkas Sakawiguna (CEO Cloud Service Start-Up)

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s