Bacaan Alternatif dari Pocket

Semenjak Google Reader mati pada 2013 lalu, saya merasa kekurangan bahan bacaan yang menarik. Meskipun di luar sana ada banyak sekali aplikasi rss aggregator selain Google Reader, saya tidak bisa menemukan kenyamaman sebagaimana ketika saya menggunakan Google Reader. Dan semenjak itu saya mulai jarang membaca artikel dari rss aggregator lagi. Sebagai gantinya, saya hanya membaca artikel yang dibagikan oleh teman-teman saya di social media.

Tapi semakin ke sini, artikel yang dibagikan oleh teman-teman saya semakin tidak variatif. Sebagian besar artikel yang dibagikan adalah artikel yang memang menjadi headline berita dan sudah diulas di mana-mana. Belum lagi saya sendiri juga sudah mulai bosan menanggapi berita-berita dari situs portal berita online yang dari hari ke hari kualitasnya semakin mengecewakan. Situs-situs berita yang semestinya menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi yang utuh seringkali malah memberikan informasi setengah-setengah sesuai dengan kepentingan pemiliknya (yang seringkali punya kepentingan politik). Hasilnya pun bisa dilihat, orang-orang saat ini lebih mudah untuk menghakimi dan mengomentari hal-hal yang sebenarnya belum mereka ketahui secara utuh.

Inilah ironi era social media. Di saat informasi apapun bisa dicari dengan begitu mudahnya, orang-orang malah menjadi semakin malas untuk melakukan kroscek terhadap apapun yang mereka baca. Seakan-akan semua informasi yang mereka baca dari social media adalah informasi utuh dari kejadian sebenarnya. Oleh karenanya saya mulai menahan diri dari mengomentari semua informasi yang saya baca di internet dan lebih memilih menjadi silent reader. Karena saya tahu, tidak semua orang perlu mengetahui pandangan saya terhadap isu yang sedang hangat. Makanya saya lebih memilih untuk menyimpan pandangan saya sendiri. Kecuali kalau memang ditanya dan ada isu yang benar-benar menarik perhatian saya. Mungkin saya akan menuliskan pandangan saya di blog.

Dan kembali lagi soal bacaan, meskipun sampai sekarang tidak pernah menemukan aplikasi dengan rasa yang sama seperti rasa yang dihadirkan oleh Google Reader, beberapa tahun terakhir ini saya merasa terbantu oleh kehadiran medium sebagai situs alternatif untuk menemukan tulisan berkualitas. Dan beberapa bulan terakhir ini, saya kembali menemukan aplikasi yang lumayan bermanfaat untuk memperoleh bacaan-bacaan berkualitas.

pocket chrome extension
Pocket Chrome Extension

Adalah Pocket yang membuat saya kembali merasakan nikmatnya menemukan bacaan berkualitas. Saya sebenarnya sudah lama sekali menggunakan pocket untuk menyimpan link dari Twitter menggunakan IFTTT. Tapi baru setelah saya install Pocket chrome extension, saya baru benar-benar merasa bersyukur pernah menggunakan aplikasi ini. Karena dengan menginstall Pocket chrome extension, halaman utama Google Chrome saya sekarang dihiasi oleh beberapa tulisan menarik rekomendasi Pocket yang membuat saya mau tidak mau untuk mengkliknya karena ingin tahu tulisan lain yang direkomendasikan.

Web Based Pocket
Web Based Pocket

Selain Pocket, sebenarnya ada satu lagi aplikasi bagus untuk mencari bacaan: Flipboard. Tapi karena saya sudah lama sekali tidak menggunakannya dan baru kepikiran tentang aplikasi ini ketika sedang menulis artikel ini, mungkin lain kali saya akan memberikan ulasan tentang Flipboard. Selama ini saya hanya pernah menggunakan Flipboard versi mobile. Dan barusan saya cek, ternyata Flipboard juga ada versi webnya yang bisa diakses di Flipboard.com. Silakan dicoba. Karena saya sendiri juga baru tahu kalau ada versi webnya. Mungkin itu dulu kali, ya. Sudah lama sekali saya tidak menulis begini. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Advertisements

3 thoughts on “Bacaan Alternatif dari Pocket

  1. teguhteja

    Kalau untuk rss aggregator saya menggunakan feedly. Senyaman menggunakan google reader.
    Kalau pakai pocket itu jika menemukan artikel atau web baru ditambahkan untuk dibaca. dulu pocket bernama read it later jadi manfaat nya masih sama 😀

    kalau sumber bacaan juga sama, dari facebook. setiap kali ada orang yang share berita coba baca dlu, klo tl;tr maka save di pocket dulu. kalau beritanya dari sebuah blog produktif maka tambahakn di feedly

    1. Sudah pernah pakai feedly, Mas. Tapi rasanya aneh.

      Kalau pocket versi web sekarang ada fitur recommended. Di situ menampilkan artikel rekomendasi tanpa harus kita simpan lebih dulu artikelnya.

      1. teguhteja

        padahal pakai feedly hampir sama dengan google reader

        kalau rekomendasi kadang tidak pas untuk bagian teknologi nya.
        masih terlalu umum tapi patut dicoba juga

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s