Google Play Book vs Gramedia

black tablet computer behind books
Photo by Perfecto Capucine on Pexels.com

Melanjutkan apa yang sudah saya tulis sebelumnya tentang kegelisahan saya kepada industri buku yang tidak mengalami perubahan berarti selama beberapa dekade terakhir kecuali hanya diubah formatnya menjadi pdf atau epub. Semenjak menggunakan smartphone, saya memang semakin rajin membaca buku melalui perangkat mobile. Sejauh ini, saya baru menggunakan 2 aplikasi untuk membaca buku di smartphone, Google Play Book dan Gramedia.

Sebelum mengenal Gramedia Premium, saya jarang sekali beli buku di Google Play Book. Kalaupun pakai Google Play Book, biasanya cari buku yang bisa di-download secara gratis. Meskipun tidak banyak pilihannya, setidaknya itu cukup mengobati kerinduan saya untuk membaca. Beberapa saya beli di Google Play Book. Tapi itu sangat jarang. Mungkin nggak sampai 10 buku yang saya beli di Google Play Book. Karena saya pikir harga buku di Google Play Book sangat mahal untuk ukuran e-book. Karena dengan memasarkan bukunya di Google Play Book, pihak penerbit tidak mengeluarkan banyak biaya untuk proses percetakan dan distribusi yang seringkali menjadi biaya terbesar dalam penerbitan buku. Dan karena itu, saya pikir harga e-book bisa dipangkas sampai 50%. Makanya sampai sekarang saya tetap agak kurang berminat untuk beli buku di Google Play Book kecuali pas ada uang lebih atau pas lagi ada diskon.

Sampai akhirnya saya kemudian tahu kalau Gramedia sekarang mengakusisi Scoop yang merupakan aplikasi book reader premium dengan sistem subscription. Gampangnya, Gramedia premium itu semacam perpustakaan, tapi dalam bentuk digital. Jadi kita bayar di depan, kemudian kita bisa bebas baca koleksi buku yang disediakan. Dan menurut saya, sistem subscription seperti ini lebih masuk akal daripada sistem beli buku yang harganya tidak ada bedanya sama sekali antara buku fisik dan e-book.

Setelah saya menggunakan Google Play Book dan Gramedia Premium, saya jadi tahu kalau masing-masing aplikasi punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut ini kelebihan dan kekurangan Google Play Book dan Gramedia Premium menurut saya.

+ Kelebihan Google Play Book:

  • Koleksi Buku Lebih Lengkap
  • Ada Fitur Pencarian Buku (meskipun masih sangat-sangat terbatas)

– Kekurangan Google Play Book:

  • Mahal
  • Tidak ada pilihan untuk subscription

+ Kelebihan Gramedia Premium:

  • Lebih terjangkau karena ada pilihan untuk subscribe dengan menjadi anggota premium. Jadi bisa download banyak buku dalam satu bulan.
  • Banyak konten lokal (buku, majalah, koran lokal)

– Kekurangan Gramedia Premium:

  • Tidak ada konfirmasi dan notifikasi di aplikasi kalau sudah menjadi premium member. Tahu-tahu sudah bisa digunakan untuk download buku.
  • Tidak ada reminder buat masa aktif akun premium, jadi harus ngecek manual.
  • Koleksi buku berbahasa Inggris tidak selengkap Google Play Book.
  • Tidak ada fitur pencarian, jadi harus scroll sampai bosan kalau mau nyari buku.

Itu sedikit kelebihan dan kekurangan Google Play Book dan Gramedia Premium menurut pengalaman saya. Selain Google Play Book dan Gramedia Premium, sebenarnya masih ada Amazon yang lebih dulu memanjakan para pembaca buku digital dengan Kindle. Tapi berhubung saya belum pernah memakainya jadi saya tidak bisa memberikan review tentang Amazon Books.

Saya sendiri sekarang mulai beralih ke Gramedia setelah sebelumnya menggunakan Google Play Books. Karena meskipun (agak) suka membaca sejak SMA, harus saya akui, saya belum mampu kalau harus bayar lebih dari 50 ribu untuk beli download satu e-book. Mending saya bayar 90 ribu, terus download banyak e-book dalam sebulan. Seperti yang saya lakukan semenjak menjadi member premium Gramedia. Selain itu, sejak menggunakan Gramedia Premium, semangat membaca saya perlahan mulai kembali. Mungkin inilah kelebihan sistem subscription dibandingkan sistem jual beli konvensional. Sistem subscription secara tidak langsung mendorong kita untuk lebih rajin membaca. Karena dalam sistem subscription, kita dibatasi oleh waktu. Jadi, buku yang sudah didownload harus rajin-rajin dibaca dan kalau bisa diselesaikan bacanya sebelum masa aktif member premiumnya habis. Dan jika kita ingin bisa mengakses kembali buku yang sudah kita download pada bulan sebelumnya, kita harus memperpanjang masa aktif member kita.

Meskipun sejauh ini saya menikmati menggunakan fitur subscription melalui Gramedia Premium, saya berharap suatu saat nanti ada sistem yang lebih hemat biaya. Kalau bisa, buku bisa dibaca secara cuma-cuma menggunakan sistem Freemium yang sudah pernah saya bahas dalam tulisan saya sebelumnya. Seperti halnya musik yang kini sudah bisa diakses secara cuma-cuma menggunakan layanan streaming musik.

Menurut kamu bagaimana?

Published by @kamuitubeda

Full-time husband and father. Part-time content maker and web developer.

6 thoughts on “Google Play Book vs Gramedia

  1. Banyak banget kekurangan nya di Gramedia digital, Klo baca enak di google play book soal nya tersedia seting buat kenyamanan pembaca, Klo soal harga sama dan mungkin lebih banyk diskon di google play book, ditambah pembelian memang lebih enak lewat Gramedia tpi pembayaran lebih mudah jika di google play book

  2. Kalau ikut premium yg di gramedia digital kan harus memperpanjang saat prose’s perpanjang harus bayar lg atau tdk?

      1. Banyak banget kekurangan nya di Gramedia digital, Klo baca enak di google play book soal nya tersedia seting buat kenyamanan pembaca, Klo soal harga sama dan mungkin lebih banyk diskon di google play book, ditambah pembelian memang lebih enak lewat Gramedia tpi pembayaran lebih mudah jika di google play book

Ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: