Suka vs Dipaksa

Photo by: Jordan Whitt
Photo by: Jordan Whitt

Dulu saya merupakan seorang yang sangat memegang teguh keyakinan bahwa untuk bisa sukses dalam bidang tertentu kita harus menyukainya dulu. Tidak ada cara lain selain itu.

Makanya saya tidak pernah suka dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak menarik minat saya atau tidak benar-benar saya suka. Dan mungkin karena itu pula orang tua saya tidak pernah memaksa saya untuk menempuh pendidikan di universitas tertentu atau memilihkan calon menantu ketika saya masih single dulu. Meskipun sebenarnya banyak sekali harapan orang tua saya kepada saya yang tidak sejalan dengan keinginan saya, pada akhirnya orang tua saya banyak mengalah karena tidak ingin membuat saya merasa tidak enak karena memaksa atau memilihkan saya sesuatu yang belum tentu saya suka. Yang pada akhirnya membuat saya menjadi sering merasa bersalah karena beberapa kali tidak bisa mempertanggungjawabkan pilihan-pilihan saya. Continue reading “Suka vs Dipaksa”

Tahu vs Mampu

xl4prjpkcle-mike-levad
photo by: Mike Levad

Suatu saat saya pernah berdiskusi dengan salah seorang teman saya mengapa meskipun sejak kecil kita diajarkan bahasa Inggris, namun sampai dewasa banyak di antara kita masih tergagap-gagap dengan bahasa Inggris. Bahkan cenderung menghindari kalau disuruh memilih. Saya pun begitu. Saya masih merasa kurang pede dengan kualitas bahasa Inggris saya. Oleh karenanya saya masih belum berani menulis artikel dalam bahasa Inggris meskipun sudah sejak lama punya keinginan untuk itu.

Dari pertanyaan tersebut, saya kemudian berpikir dan berasumsi bahwa ketidakmampuan kita (sebagian besar masyarakat Indonesia) menggunakan bahasa Inggris secara verbal atau tekstual salah satunya adalah karena pendidikan. Continue reading “Tahu vs Mampu”

Mengapa (Harus) Membaca?

Menulis, apalagi menulis esai, paling asik dimulai dari apa yang kita ketahui atau apa yang kita alami

Itu adalah salah satu kalimat dari Zen RS yang paling saya ingat ketika menghadiri workshop Esai yang diadakan oleh teman-teman Forum Muda Paramadina pada hari Rabu, 19 Maret 2014 di Perpustakaan Bank Indonesia di Jalan Taman Mayangkara No. 6 Surabaya.

Sudah lama saya mengagumi Zen. Seingat saya, saya pertama kali tahu Zen dari sidebar yang ada di blog Gus Mustova kalau nggak dari blog Kang Iman Brontoseno. Dari sana, saya kemudian rajin mengunjungi blog Zen dan kemudian follow akun twitternya. Sampai sekarang ketika Zen aktif menjadi salah satu kontributor di Yahoo saya masih tetap mengikuti beberapa tulisannya, meski tidak semuanya.

Saya akui, saya memang lebih suka tulisan-tulisan ringan seperti novel, komik, dan semacamnya. Maka dari itu, saya mengidolakan Andrea Hirata, Dan Brown, Tetsuko Kuroyanagi, Michael Scott, dan juga Eiichiro Oda. Tapi bukan berarti saya tidak suka jenis tulisan yang lainnya. Sama halnya dengan selera musik. Saya tidak pernah membatasi selera musik saya pada salah satu genre saja. Apapun genrenya, selama itu membuat saya betah mendengarkannya pasti akan saya dengarkan. Continue reading “Mengapa (Harus) Membaca?”

Yang Harus Dimiliki Mahasiswa Informatika

Setelah sekian lama menulis tentang topik ini, banyak sekali yang menanyakan tentang kemungkinan apakah bisa kuliah di teknik informatika ketika kita tidak terlalu jago komputer.

Berdasarkan pengalaman saya  (ingat! pengalaman saya lho ya), untuk kuliah di teknik informatika itu sebenarnya tidak harus jago komputer. Tidak pernah mengoperasikan komputer juga bisa kok. Faktanya, rata-rata mahasiswa teknik informatika itu baru kenal pemrograman di perkuliahan. Dan banyak sekali mahasiswa yang sebelum kuliah sama sekali tidak mengenal pemrograman tapi begitu sudah kuliah bisa sangat jago atau nilai transkripnya bisa sangat baik.

Well, di postingan-postingan saya yang sebelumnya saya memang banyak menyinggung bahwa teknik informatika itu sebagian besar tentang logika dan matematika. Tapi bukan berarti kalau tidak jago matematika atau logika kalian tidak bisa kuliah di jurusan teknik informatika.

Terus, apa sih yang sebenarnya dibutuhkan kalau mau kuliah di Teknik Informatika? Continue reading “Yang Harus Dimiliki Mahasiswa Informatika”

Mengapa Berhenti Ngeblog?

Tiba-tiba saja terlintas pertanyaan ini di kepala saya. Apa mungkin ini karena saya terlalu sering melihat beberapa blog teman saya sudah tidak di-update lagi ya? Sebagai seorang yang cukup penasaran dengan pemikiran dan kehidupan orang lain, saya memang sangat senang berkunjung ke blog teman-teman saya untuk sekadar mencari tahu tentang kegiatan mereka atau pemikiran mereka. Kalau istilah kerennya, bisa dibilang saya ini kepo. Meskipun saya sendiri sebenarnya tidak terlalu peduli mau dibilang kepo atau apa. Selama yang saya lakukan itu bisa membuat teman saya merasa diapresiasi, why not?

Rasanya sedih ketika mengetahui ada beberapa blog yang sudah tidak di-update lagi. Entahlah, setiap kali ada teman saya yang berhenti ngeblog, saya selalu merasakan aroma perpisahan. Sebuah rasa yang persis seperti halnya ketika kita sampai pada halaman terakhir sebuah serial yang sudah lama kita ikuti dari awal.

Dan setelah saya coba bertanya pada beberapa orang teman, berikut ini beberapa alasan mengapa mereka berhenti ngeblog: Continue reading “Mengapa Berhenti Ngeblog?”