Smartphone Baru Untuk Mimpi Istri Yang Tertunda

Postingan ini saya khususkan buat istri saya yang sebentar lagi akan memasuki usia 1 tahun pernikahannya bersama saya. Semenjak menikah, istri saya telah menghabiskan sebagian besar waktunya buat keluarga. Meskipun saya sering membantunya untuk mencuci, memasak, dan mengurus bayi, porsinya sangat jauh berbeda dengan apa yang sudah istri saya kerjakan. Hampir semua pekerjaan rumah tangga di keluarga saya, istri saya yang mengerjakan. Sementara saya cuma sekadar bantu-bantu saja ketika sedang libur kerja atau ketika istri sedang tidak enak badan. Sejak menikah, saya sebenarnya membebaskan dia untuk bekerja, tapi dia lebih memilih untuk menetap di rumah saja. Salah satu alasannnya mungkin karena dia dulu langsung hamil jadi lebih memilih menjaga kesehatan bayinya saja dulu dan bekerja nanti kalau sang buah hati sudah agak dewasa.

Saya sebenarnya juga tidak pernah menyangka kalau orang yang baru saya kenal 2 tahun yang lalu ini akan menjadi istri saya. Kalau ditanya mengapa bisa cinta dia, saya juga tidak bisa menjawabnya. Karena saya memang tidak punya jawabannya. Yang jelas saya sayang dia. Tapi kalau disuruh menjelaskan secara detail faktor-faktor yang membuat istri saya begitu menarik di mata saya, mungkin beberapa ini di antaranya: Continue reading “Smartphone Baru Untuk Mimpi Istri Yang Tertunda”

Advertisements

Lima

limaTak terasa, usia blog ini sudah mencapai 5, angka favorit saya.

Tanpa dukungan dari kalian, blog ini tidak akan pernah bisa bertahan sampai detik ini. Karena saya yakin, meskipun pada awalnya orang menulis karena ingin mengabadikan isi hati dan pikiran, mengetahui bahwa tulisan kita bisa memberi manfaat kepada orang lain adalah sebentuk kebahagiaan.

Terima kasih banyak saya ucapkan kepada semua orang yang sudah membuat saya betah ngeblog sampai detik ini. Terima kasih kepada kalian yang sudah rajin mengintip blog ini meskipun sudah beberapa bulan isinya tidak pernah diperbarui. Terima kasih kepada kalian yang masih suka memberi komentar di tulisan-tulisan saya. Terima kasih kepada kalian yang pernah nge-share tulisan saya. Terima kasih kepada kalian yang sudah menyalin dan menyebarkan tulisan saya di blog pribadi kalian. Tak lupa, terima kasih juga buat kalian yang sudah follow akun social media yang saya punya.

Jujur, saya tidak pernah menyangka kalau bakal betah ngeblog sampai selama ini. Karena seperti yang saya ungkapkan di awal tulisan, tujuan saya menulis hanyalah untuk mengabadikan isi hati dan isi pikiran. Dengan harapan agar suatu saat itu bisa menjadi semacam pengingat bagi saya pribadi ketika mulai lupa diri.

Sekali lagi, terima kasih buat kalian semua yang membuat saya betah untuk terus mengurusi blog ini.

Salam,
@kamuitubeda

Faith in Humanity Restored

Beberapa hari yang lalu, saya mengalami sebuah kejadian yang cukup luar biasa.

Sesaat setelah menghadiri kumpul relawan turuntangan Surabaya di salah satu restoran cepat saji di kawasan Darmo, motor saya rantainya putus. Sebenarnya bukan sekali ini saja saya mengalami putus rantai. Dulu setelah ikut acara yang menghadirkan Gus Candra Malik sebagai pembicara juga pernah. Lokasinya pun tidak jauh dari tempat motor saya rantainya putus kemarin. Berhubung waktu itu pulangnya bareng teman jadi lebih mendingan karena ada yang kenal. Jadi tidak terlalu sungkan untuk meminta bantuan.

Tapi apa yang saya alami beberapa hari yang lalu ini berbeda. Saya pulang sendirian. Kesepian. Tidak ada teman. Continue reading “Faith in Humanity Restored”

Berhenti Ngeblog?

Sejak mengalami penurunan jumlah pengunjung yang sangat drastis, saya memang agak merasa malas menulis di blog ini lagi. Miris ya? ternyata saya sama saja, menulis karena ingin tulisannya dibaca.

Dan setelah saya pikir-pikir lagi, apa mungkin hanya karena tidak ada yang membaca lagi saya harus berhenti menulis? Apakah saya wafatkan sekalian saja blog saya yang satu ini dan memulai semuanya dari awal lagi? blog hanya sebuah jalan, bukan tujuan. Jadi, sah-sah saja kita pindah tempat ngeblog kan? Continue reading “Berhenti Ngeblog?”

Mulai dari Awal

Jujur, tidak pernah terbayangkan sebelumnya melihat MU menjadi bahan hujatan di musim ini. Meski pelatihnya ganti, komposisi pemain MU musim ini hampir sama dengan komposisi pemain MU yang memenangkan gelar pada musim lalu. Tidak mengherankan kalau kemudian banyak yang meragukan kapasitas Moyes sebagai seorang pelatih. Karena kasus Sir Alex dan Moyes sungguh berbeda. Tentu kita tidak bisa membandingkan MU ketika pertama kali dilatih oleh Sir Alex dengan MU ketika pertama kali dilatih oleh Moyes. Ketika pertama kali melatih MU, Sir Alex mendapat warisan tim medioker. Tidak seperti Moyes yang mendapat warisan tim juara.

Kalau boleh jujur, saya sendiri sebenarnya lebih suka melihat MU seperti sekarang. Karena beberapa tahun terakhir ini fans MU merasa bahwa tim mereka sudah pasti mendapat jaminan masuk 4 besar setiap tahunnya. Era keemasan Sir Alex sepertinya telah membuat sebagian fans MU lupa bahwa setiap kejayaan ada masa berakhirnya. Apa mereka lupa bahwa ada tim seperti Leeds United dan Blackburn Rovers yang dulu sempat jaya tapi sekarang sudah tidak berada di kasta tertinggi liga Inggris lagi? Continue reading “Mulai dari Awal”