Merangkul Milenial dengan Koperasi Digital

Rebranding merupakan salah satu langkah yang sering diambil untuk menyelamatkan bisnis atau perusahaan. Salah satu rebranding yang paling sukses adalah rebranding yang dilakukan oleh Apple. Meskipun sudah berdiri sejak 1976, Apple selalu berada di belakang bayang-bayang Microsoft. Namun, semua berubah ketika Steve Jobs kembali menjadi nahkoda Apple di awal 2000-an. Meskipun secara penjualan masih di belakang Microsoft, Apple mampu memposisikan dirinya sebagai salah satu perusahaan paling berkelas.

This slideshow requires JavaScript.

Perubahan itu dimulai dengan munculnya produk-produk unik dan memiliki desain yang menarik seperti iMac dan iPod. Yang kemudian dilanjutkan dengan produk-produk Apple lain yang juga menggunakan huruf ‘i’ di depannya seperti iPhone, iPad. Kini, Apple menjadi salah satu perusahaan dengan daya tarik yang tinggi. Produk Apple kini tidak hanya menjadi sebuah perangkat elektronik, tapi juga menjadi semacam ‘perhiasan’ dan identitas bagi kalangan menengah ke atas.

Dari perjalanan Apple kita jadi tahu kalau rebranding bukan hanya soal mengganti logo atau tampilan. Lebih dari itu, rebranding adalah soal mengubah persepsi umum masyarakat. Maka dari itu, rebranding harus dilakukan dengan melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh, mulai dari tampilan, isi, dan cara pemasaran. Sejak kendali dipegang oleh Steve Jobs pada 1997, Steve Jobs mengubah pandangan orang banyak tentang Apple dengan mengubah logo, produk, dan cara promosi produk-produknya.

Untuk kasus koperasi, rebranding tidak bisa hanya dilakukan oleh kementerian koperasi dan UKM sebagai pengambil kebijakan, tapi juga harus dilakukan oleh seluruh pegiat koperasi di Indonesia.

Secara umum, ada 3 komponen utama yang perlu dievaluasi dan diperbaiki ketika melakukan rebranding. 3 Komponen utama itu adalah: tampilan, isi, dan pemasaran. Karena masing-masing komponen ini nantinya akan mempengaruhi satu sama lain, maka dari itu harus dipastikan bahwa 3 komponen ini sudah melewati proses quality control yang baik sebelum ditawarkan ke publik.

1. Tampilan

Tampilan, bungkus, cover, dan semacamnya, adalah garda terdepan suatu produk. Sebelum melihat isi, semua calon konsumen akan melihat bungkus. Maka dari itu, penting untuk memastikan tampilan produk kita menarik. Meskipun pepatah bilang “don’t judge a book by its cover“, disadari atau tidak, tampilan produk adalah hal yang pertama kali dilihat oleh konsumen. Bungkus memang tidak sepenuhnya menggambarkan isi. Tapi bungkus yang menarik akan lebih disukai calon konsumen. Bungkus membuat konsumen tertarik, isi akan membuat konsumen bertahan.

Untuk kasus koperasi, yang menjadi tampilan atau bungkus di antaranya adalah: logo, desain website, media promosi, desain bangunan koperasi. Hal-hal tersebutlah yang akan dilihat oleh calon konsumen koperasi. Maka dari itu, agar bisa bertahan di era tekonologi informasi seperti sekarang ini, koperasi harus mau berubah dan mau menyesuaikan zaman dengan perkembangan teknologi.

Satu yang patut diapresiasi dari koperasi indonesia saat ini terkait dengan tampilan ini adalah adanya perubahan logo. Jika sebelumnya logo koperasi indonesia terlalu formal dan terkesan kaku, logo koperasi indonesia yang baru jauh lebih simpel dan lebih casual. Perubahan logo ini merupakan sebuah langkah yang tepat bagi koperasi indonesia agar bisa diterima oleh generasi millenial.

Timeline penggunaan logo koperasi Indonesia

Sayangnya, logo yang baru ini ternyata tidak digunakan lagi sejak 2015. Dan sebagai gantinya, sekarang logo koperasi menggunakan logo yang lama. Tentu ini sangat disayangkan jika melihat tujuan koperasi dalam jangka pendek salah satunya adalah merangkul generasi muda.

Dan perlu dipahami bahwa perubahan logo saja tidak cukup untuk menarik perhatian generasi millenial. Masih ada banyak hal lain yang perlu diubah terkait tampilan koperasi agar menarik perhatian generasi millenial. Satu yang perlu diperhatikan terkait tampilan produk adalah website. Karena website merupakan salah satu parameter untuk mengukur kredibilitas sebuah perusahaan. Selain itu website juga merupakan media paling mudah untuk mencari tahu informasi terkait dengan produk. Maka dari itu, wajib hukumnya bagi semua instansi maupun pelaku bisnis untuk memiliki website yang bisa diakses secara publik.

Untuk soal website ini, kita harus belajar pada kesuksesan 2 koperasi retail terbesar di dunia saat ini, ReWe Group (Jerman) dan E. Leclerc (Perancis). Mengacu data yang ada pada thenews.coop, ReWe yang merupakan koperasi retail terbesar di dunia mempunyai pendapatan sampai 49,6 miliar dolar pada tahun 2014. Sedangkan E. Leclerc yang merupakan koperasi retail terbesar kedua di dunia mempunyai pendapatan sampai 48,3 miliar dolar.

This slideshow requires JavaScript.

Kedua koperasi konsumen terbesar di dunia ini sama-sama memiliki website. Dan websitenya pun beragam. Ada website yang digunakan khusus untuk jualan, ada website yang digunakan sebagai media informasi. Intinya, mereka melek dengan teknologi dan paham bahwa penggunaan teknologi informasi di zaman ini adalah sebuah keniscayaan. Kalau kita tidak memanfaatkaannya dengan sebaik mungkin, bisa dipastikan kita akan ditinggalkan.

Dan tidak hanya website, ReWe dan E. Lecrerc juga mempunyai aplikasi mobile yang bisa memudahkan pelanggannya untuk bertransaksi dengan perangkat mobile yang mereka miliki. Di sinilah pentingnya penggunaan teknologi. Agar tidak terjadi kesenjangan antar generasi. Karena pengguna teknologi sebagian besar adalah generasi muda, dan cara terbaik untuk mendekati generasi muda adalah dengan cara menggunakan teknologi yang sama.

Beerangkat dari sana, beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pengambil kebijakan untuk merebranding tampilan koperasi-koperasi di Indonesia:

  • Mendorong Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) agar mempunyai website yang bisa diakses secara publik.
  • Membuat aturan yang mewajibkan semua koperasi memiliki website atau minimal blog yang bisa diakses secara publik
  • Mengubah desain logo koperasi. Kalau bisa, dibuat kompetisi dengan syarat-syarat tertentu (harus mencantumkan lambang tertentu misalnya) agar logo yang baru tidak bersifat top down, tapi juga bottom up. Jadi akan lebih mudah diterima oleh pegiat koperasi secara umum.
  • Membuat aturan terkait desain logo koperasi. Untuk memastikan semua koperasi di Indonesia menggunakan logo koperasi Indonesia yang sama.
  • Mendorong semua koperasi agar pegawai front office di koperasi adalah anggota yang masih berusia muda < 35 tahun. Untuk menampilkan wajah dan semangat muda koperasi kepada calon konsumen koperasi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pelaku koperasi di Indonesia untuk merebranding koperasi mereka:

  • Mengubah logo koperasi sebagaimana yang dilakukan Koperasi Indonesia jika memang dirasa logo yang lama kurang menarik dan terkesan jadul.
  • Membuat website atau blog dengan desain semenarik mungkin dan mudah diakses menggunakan perangkat mobile.
  • Memastikan ruang front office koperasi bersih, rapi, dan nyaman agar calon konsumen merasa betah.
  • Memastikan pegawai yang menjadi admin front office adalah pegawai yang berusia muda (kurang dari 35 tahun).

2. Isi

Yang dimaksud dengan isi dalam hal ini adalah proses-proses yang berkaitan dengan pengurusan izin pendirian koperasi, kemudahan mencari informasi tentang koperasi, proses pendaftaran jadi anggota koperasi, dan segala aktivitas yang dilakukan dalam koperasi.

Untuk hal-hal terkait dengan isi, Kementerian Koperasi dan UKM sebenarnya sudah melakukan beberapa gebrakan dan inovasi. Setidaknya ada dua gebrakan dari Koperasi yang menurut saya perlu lebih sering dikampanyekan lagi kepada publik. Yang pertama adalah Sistem Administrasi Layanan Badan Hukum Koperasi (Sisminbhkop). Sisminbhkop merupakan layanan perizinan satu pintu berbasis online bagi seluruh koperasi di Indonesia.

Sistem Informasi Badan Hukum Koperasi Online
sisminbhkop.id

Mengutip dari liputan6.com, sebelum adanya Sistem Administrasi Layanan Badan Hukum Koperasi (Sisminbhkop) secara online, proses pengurusan perizinan pengesahan badan hukum koperasi itu memakan waktu 90 hari. Namun sejak adanya Sisminbhkop, proses pengesahan badan hukum koperasi bisa dipangkas waktunya hanya menjadi 9 hari. Tentu ini merupakan sebuah lompatan yang patut diaprsesiasi dari kementerian koperasi dan UKM. Kemudahan ini seharusnya dikampanyekan lebih sering agar semakin banyak orang mengetahui dan harapannya ke depan semakin banyak orang yang mendirikan koperasi. Karena koperasi adalah tulang punggung ekonomi bangsa.

Inovasi kedua dari Kementerian Koperasi dan UKM yang perlu diapresiasi adalah Online Data System (ODS) melalui nik.depkop.go.id. Sederhananya, ODS merupakan layanan untuk melakukan pencarian status koperasi secara online. Jika mengacu pada data kementerian koperasi dan UKM yang saya kutip melalui bisnis.com, jumlah koperasi aktif di Indonesia adalah sebanyak 153.171 unit. Sayangnya, jumlah koperasi di Indonesia yang sangat banyak ini sering dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan penipuan dengan modus koperasi fiktif. Maka dari itu, keberadaan ODS ini akan sangat membantu. Khususnya dalam mengurangi jumlah korban koperasi fiktif di Indonesia.

Portal Koperasi Indonesia
ODS (Online Data System) Koperasi Indonesia

Dan terkait dengan ‘isi’ Koperasi Indonesia, hal-hal yang perlu dievaluasi, diperbaiki, dan dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM di antaranya adalah:

  • Lebih sering mengampanyekan penggunaan Sisminbhkop sebagai satu pintu perizinan koperasi kepada publik. Kalau perlu, tambahkan satu link khusus di website Kementerian Koperasi dan UKM untuk menuju ke halaman website Sisminbhkop.
  • Lebih sering mengampanyekan penggunaan situs nik.depkop.go.id kepada publik. Kalau perlu, tambahkan juga link khusus di halaman website Kementerian Koperasi dan UKM untuk menuju nik.depkop.go.id agar tidak ada lagi korban koperasi fiktif di Indonesia.
  • Buat website Koperasi Indonesia yang halaman depannya seperti halaman situs nik.depkop.go.id. Dan kontennya merupakan konten-konten yang khusus membahas koperasi, mengulas tokoh-tokoh inspiratif pengerak koperasi, dan juga membuat konten-konten kreatif berbasis infografis atau video. Karena sepengetahuan saya, Koperasi Indonesia belum ada website resminya.
  • Buat aplikasi Portal Koperasi Indonesia dengan fitur untuk melakukan pencarian koperasi berbasis lokasi atau dengan GPS untuk memudahkan verifikasi koperasi agar tidak ada lagi korban koperasi fiktif.
  • Membuat sebuah portal khusus yang bisa digunakan sebagai media promosi sekaligus sistem informasi bagi koperasi-koperasi di Indonesia.Untuk sistemnya bisa dibuat seperti marketplace layaknya Tokopedia, Bukalapak, atau bisa dibuat seperti situs crowfunding semacam kitabisa.com. Beberapa fitur yang saya harapkan ada dalam portal koperasi di antaranya adalah:
    • Fitur pencarian koperasi (berdasarkan lokasi berbasis gps, berdasarkan wilayah sampai tingkat kecamatan, tipe koperasi)
    • Fitur listing produk koperasi
    • Fitur mendaftar anggota koperasi (dengan menyertakan nomor hp untuk validasi dan nomor ktp untuk validitas data peminjam di KSP)
    • Fitur top up saldo koperasi (untuk simpanan wajib anggota koperasi)
    • Fitur jual beli barang (untuk koperasi produksi dan konsumen)
    • Fitur simpan pinjam (untuk koperasi simpan pinjam)
    • Fitur manajemen produk koperasi
    • Fitur laporan keuangan
    • Fitur chat room antar anggota koperasi (untuk RAT)
    • Fitur publikasi laporan kepada anggota koperasi (untuk transparansi dan RAT)

Untuk pegiat koperasi, hal-hal terkait ‘isi’ koperasi yang perlu diperbaiki agar bisa menarik minat generasi muda di antaranya adalah:

  • Membuat sistem pendaftaran anggota yang mudah dan simpel dengan menggunakan sistem berbasis web sehingga anggota koperasi bisa dari mana saja tidak terbatas pada sekitar lokasi tempat tingal.
  • Membuat aplikasi mobile agar anggota koperasi bisa dengan mudah melakukan transaksi (top up setoran wajib, beli barang, simpan pinjam, dlsb.).
  • Bagi koperasi konsumen, bisa memanfaatkan marketplace yang sudah ada seperti bukalapak, tokopedia, lazada, dan lain sebagainya untuk menjual produk koperasi.
  • Memanfaatkan teknologi agar rapat anggota tahunan bisa dilakukan dengan teleconference.

Untuk hal-hal yang terkait dengan ‘isi’ koperasi ini, akan sangat membantu jika Kementerian Koperasi dan UKM menyediakan website atau aplikasi yang bisa digunakan secara publik oleh seluruh koperasi di Indonesia. Karena membuat website dan aplikasi itu membutuhkan waktu dan biaya yang tidak murah. Selain itu, adanya sistem berbasis web atau aplikasi yang digunakan secara publik oleh semua koperasi di Indonesia tentu akan menjadi lompatan yang sangat signifikan bagi Kementerian Koperasi dan UKM yang ingin melakukan rebranding koperasi di Indonesia.

Karena penggunaan teknologi informasi adalah wujud adaptasi paling nyata dari sebuah bisnis dan perusahaan di abad ke-21 ini. Jadi, ke depan kita tidak akan menemukan lagi koperasi yang tidak mempunyai sistem berbasis web atau mobile. Karena semua sudah difasilitasi menggunakan portal koperasi dari Kementerian Koperasi dan UKM. Mulai dari pendaftaran anggota, setoran wajib, penjualan barang (untuk koperasi konsumen), simpan pinjam uang (untuk KSP), laporan keuangan secara rutin (tiap bulan dan tahun) kepada anggota, semuanya bisa dilakukan dengan menggunakan satu sistem.

Jika generasi milenial adalah target pasar, maka penggunaan sistem berbasis web dan mobile adalah harga mati, tidak bisa ditawar lagi. Karena zaman teknologi identik dengan kemudahan. Dan bentuk kemudahan itu di antaranya adalah kemudahan untuk memesan taksi berbasis aplikasi, kemudahan untuk memesan transportasi publik berbasis aplikasi, kemudahan untuk memesan hotel menggunakan aplikasi, kemudahan untuk membeli makan dengan menggunakan aplikasi, kemudahan untuk berbelanja dengan menggunakan aplikasi. Maka dari itu, jika koperasi ingin bertahan di zaman ini, maka tidak ada jalan lain kecuali harus mengikuti perkembangan zaman dengan membuat sistem berbasis web dan aplikasi yang memudahkan penggunanya untuk bertransaksi.

3. Pemasaran

Pemasaran adalah kunci dalam setiap bisnis. Termasuk bagi koperasi. Karena tanpa proses pemasaran yang baik, koperasi tidak akan bisa bertahan. Sebaik apapun produknya, kalau tidak dipasarkan dengan baik, hasilnya tidak akan maksimal. Sebaliknya, produk dengan kualitas kurang baik akan bisa laris terjual jika dipasarkan dengan baik kepada orang yang tepat. Maka dari itu, bisa dikatakan hidup matinya sebuah bisnis tergantung pada seberapa efektif proses pemasarannya.

Dalam kasus koperasi, pemasaran yang bisa dilakukan di antaranya adalah dengan promosi di media, membuat baliho, membuat website, memanfaatkan media sosial, dan juga melalui pendidikan.

Dari beberapa pendekatan tersebut saya akan fokus pada pemasaran melalui media sosial dan melalui pendidikan.

Media Sosial

Media sosial adalah salah satu media paling efektif untuk promosi di saat ini. Karena pengguna media sosial di Indonesia sangat banyak. Berdasarkan data dari katadata.co.id, jumlah pengguna internet di Indonesia per 2017 adalah sebanyak 143,3 juta jiwa dan hampir 50% di antaranya adalah generasi muda. Dari sejumlah 143,3 orang yang sudah mengakses internet 130 juta lebih di antaranya mempunyai akun Facebook dan 53 juta di antaranya mempunyai akun instagram.

This slideshow requires JavaScript.

Banyaknya pengguna media sosial di Indonesia merupakan peluang bagi pelaku bisnis untuk mempromosikan bisnis mereka. Termasuk di dalamnya pegiat koperasi. Karena meskipun tujuannya lebih untuk memenuhi kepentingan bersama dan tidak sepenuhnya untuk mendapatkan profit sebanyak-banyaknya, koperasi merupakan bisnis. Oleh karenanya, koperasi yang harus memanfaatkan media sosial sebagai media promosi dan bersosialisasi, khususnya kepada generasi muda yang merupakan pengguna terbanyak media sosial.

Satu hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan media sosial sebagai media promosi adalah memaksimalkan fitur-fitur yang dimiliki media sosial. Salah satunya adalah hashtag. Hashtag merupakan fitur yang dimiliki oleh hampir semua media sosial seperti Twitter, FB, dan Instagram. Dengan menggunakan hashtag, maka konten kita akan mudah dicari.

Selain hashtag, salah satu cara memaksimalkan media sosial sebagai media promosi adalah dengan membuat konten secara rutin, unik, dan tematik. Artinya, kita harus minimal upload konten sehari sekali di FB dan di Instagram, atau seminggu sekali di Youtube jika memang berniat untuk menggunakan media sosial sebagai media promosi.

Selain upload secara rutin, pastikan kita mempunyai konten yang unik dan tematik. Unik berarti konten kita lain dari yang lain. Karena pengguna media sosial ada milyaran, maka kita harus mempunyai konten yang lain dari yang lain agar bisa menarik perhatian publik. Selain konten yang unik, salah satu cara yang bisa kita lakukan agar konten kita menarik perhatian publik adalah dengan upload konten tematik. Jadi, konten kita harus secara spesifik membahas satu topik tertentu. Intinya, sebisa mungkin kita membuat konten sendiri dan tidak hanya mempublikasikan ulang konten-konten orang lain.

Pendidikan

Jika membangun budaya adalah tujuan, maka pendidikan adalah jalan. Jika kita perhatikan mengapa di banyak negara maju penduduknya bisa mengantri dengan tertib tetapi di Indonesia susah? jawabannya adalah karena penduduk di negara-negara maju sudah diajarkan untuk mengantri dengan tertib sejak kecil. Urusan antri yang sekilas terlihat sepele saja butuh dibiasakan mulai dari kecil agar bisa menjadi kebiasaan ketika sudah dewasa. Dan ketika semua orang sudah terbiasa untuk mengantri dengan tertib, maka di situlah kemudian lahir budaya mengantri dengan tertib.

Sama halnya dengan itu, mengapa koperasi di Indonesia tidak banyak diminati oleh anak muda? mengapa koperasi di Indonesia tidak bisa berkembang sebagaimana di negara-negara maju? padahal budaya gotong royong sudah menjadi bagian dari kehidupan kita? Bisa jadi salah satunya karena memang kita tidak dikenalkan dan dibiasakan untuk berkoperasi sejak kecil. Gotong royong yang selama ini kita kenal hanya bersifat kegiatan sosial. Jarang sekali kita temukan gotong royong di bidang ekonomi. Padahal semangat gotong royong inilah yang melatarbelakangi lahirnya Koperasi.

Dan sebagai pemangku kebijakan, hal-hal yang bisa dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM untuk meningkatkan promosi dan regenerasi anggota koperasi-koperasi di Indonesia di antaranya adalah:

  • Mewajibkan semua koperasi untuk memiliki akun media sosial. Minimal di Facebook atau Instagram. Karena dua media sosial tersebut merupakan media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia.
  • Membuat pelatihan secara rutin bagi pegiat Koperasi agar bisa memanfaatkan media sosial dengan baik bagi keberlangsungan koperasi ke depan.
  • Menggandeng pekerja kreatif (Youtuber dan Selebgram) untuk bergabung dengan koperasi dan berkolaborasi untuk mengampanyekan koperasi.
  • Menggandeng pemangku kebijakan di bidang pendidikan agar kurikulum Koperasi tidak hanya bersifat informatif, tapi juga aplikatif.
  • Menjadikan koperasi sekolah sebagai tempat belajar koperasi bagi siswa.
  • Memberikan beasiswa bagi siswa dan mahasiswa yang aktif dalam dunia perkoperasian.
  • Membuat kompetisi koperasi bagi siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia.
  • Mendorong pemerataan ekonomi dengan membuat sebuah program untuk mengirimkan lulusan terbaik dari kampus-kampus untuk menghidupkan dan menjadi pegiat koperasi-koperasi di daerah-daerah terpencil selama setahun sebagaimana yang dilakukan oleh Dikti melalui program SM3T.

Semoga ke depan koperasi benar-benar berubah dan bisa mengikuti perkembangan zaman. Karena demokrasi secara politik saja tidak akan cukup untuk mewujudkan cita-cita bangsa, yakni menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain demokrasi politik, kita juga harus menghadirkan perilaku demokrasi secara ekonomi melalui koperasi.

Daftar referensi:

Advertisements

Data Geospasial: dari Kebutuhan Pribadi, Smart City, Sampai dengan One Map Policy

Informasi geospasial, yang lazim dikenal dengan peta, adalah informasi obyek permukaan bumi yang mencakup banyak aspek. Pada mulanya informasi geospasial hanya berbentuk fisik berupa peta, globe, atau atlas. Namun seiring dengan perkembangan teknologi informasi, peta yang semula hanya berbentuk lembaran kertas kini dapat ditemukan dalam berbagai macam model. Mulai dari model 2 dimensi sederhana, model 3 dimensi, sampai dengan model interaktif berupa realitas virtual atau yang biasa dikenal dengan VR (Virtual Reality).

Continue reading “Data Geospasial: dari Kebutuhan Pribadi, Smart City, Sampai dengan One Map Policy”

Smartphone Baru Untuk Mimpi Istri Yang Tertunda

Postingan ini saya khususkan buat istri saya yang sebentar lagi akan memasuki usia 1 tahun pernikahannya bersama saya. Semenjak menikah, istri saya telah menghabiskan sebagian besar waktunya buat keluarga. Meskipun saya sering membantunya untuk mencuci, memasak, dan mengurus bayi, porsinya sangat jauh berbeda dengan apa yang sudah istri saya kerjakan. Hampir semua pekerjaan rumah tangga di keluarga saya, istri saya yang mengerjakan. Sementara saya cuma sekadar bantu-bantu saja ketika sedang libur kerja atau ketika istri sedang tidak enak badan. Sejak menikah, saya sebenarnya membebaskan dia untuk bekerja, tapi dia lebih memilih untuk menetap di rumah saja. Salah satu alasannnya mungkin karena dia dulu langsung hamil jadi lebih memilih menjaga kesehatan bayinya saja dulu dan bekerja nanti kalau sang buah hati sudah agak dewasa.

Saya sebenarnya juga tidak pernah menyangka kalau orang yang baru saya kenal 2 tahun yang lalu ini akan menjadi istri saya. Kalau ditanya mengapa bisa cinta dia, saya juga tidak bisa menjawabnya. Karena saya memang tidak punya jawabannya. Yang jelas saya sayang dia. Tapi kalau disuruh menjelaskan secara detail faktor-faktor yang membuat istri saya begitu menarik di mata saya, mungkin beberapa ini di antaranya: Continue reading “Smartphone Baru Untuk Mimpi Istri Yang Tertunda”

Aplikasi Wajib untuk Mahasiswa

Selama kuliah, saya pernah mengalami beberapa masalah yang terkait dengan komputer. Mulai dari kehilangan file tugas, kehilangan flashdisk, kehilangan hardisk eksternal, dan lain sebagianya. Berangkat dari situ, saya jadi rajin mencari informasi aplikasi-aplikasi yang membantu saya meningkatkan produktivitas dan mengurangi kemungkinan terjadinya masalah yang sama.

Buat kalian yang mau kuliah, berikut ini beberapa aplikasi yang saya rekomendasikan buat kalian: Continue reading “Aplikasi Wajib untuk Mahasiswa”

Kenapa Salah Jurusan?

Memilih jurusan mungkin adalah salah satu momen tersulit dalam hidup yang dialami oleh hampir seluruh siswa SMA. Kalau nggak percaya, silakan tanyakan kepada mereka yang saat ini duduk di kelas XII. Pasti sebagian besar di antara mereka masih belum yakin akan melanjutkan ke mana setelah lulus SMA.

Bahkan sampai saat ini saya sangat yakin, kalau dilakukan survei, lebih dari 50% siswa SMA kelas XII kebingungan ketika ditanya akan meneruskan ke mana nantinya. Sisanya mungkin masih banyak yang belum yakin, tapi minimal sudah punya gambaran bakal ngapain. Mengapa saya bisa berpikir seperti ini? sederhana saja. Karena ada banyak sekali anak SMA yang bertanya melalui kolom komentar di tulisan-tulisan saya. Itu membuktikan kalau dari dulu sampai sekarang masalah anak SMA itu sama: bingung mau melanjutkan ke mana. Continue reading “Kenapa Salah Jurusan?”