Balada Pencitraan

Ada beberapa fenomena yang menarik di sepanjang proses kampanye pemilihan presiden tahun ini. Salah satunya adalah semakin maraknya perilaku menghakimi niat dari tindakan seseorang.

Entah sejak kapan kita mulai akrab dengan istilah pencitraan. Istilah pencitraan sendiri sebenarnya bukanlah sebuah aktivitas yang negatif. Karena kalau diterjemahkan secara harfiah, pencitraan tidak lain adalah aktivitas membangun citra, yang biasa kita kenal sebagai branding.

Jauh sebelum istilah pencitraan ini booming, aktivitas pencitraan sudah sering dilakukan oleh berbagai macam perusahaan untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat. Mulai dari menggunakan tagline, menggunakan logo, maskot, menggunakan iklan, itu semua adalah contoh pencitraan yang dilakukan oleh perusahaan. Continue reading

60 Detik Aja

Setelah sekian lama vakum dari dunia tulis-menulis, nggak kebayang kalau akhirnya yang bikin saya menulis lagi adalah perihal politik. Suatu bidang yang selama hampir 20 tahun lebih saya benci. Sampai akhirnya saya dipertemukan dengan orang-orang yang membuka pikiran saya bahwa yang buruk itu bukan politiknya, melainkan cara berpolitiknya. Sama halnya itu, mau kita kita berkecimpung di dunia bisnis, pendidikan, hukum, atau apapun itu, yang membuat terhormat adalah cara kita menjalaninya.

Teman, 2 hari lagi kita akan melaksanakan pemilihan presiden. Sebuah momen yang akan menentukan masa depan bangsa kita selama 5 tahun ke depan. Kalau kalian masih berpikir bahwa satu suara kalian tidaklah membawa dampak apapun bagi perubahan, ada baiknya kalian coba renungkan gambar berikut ini:

Buta Politik | © iipx.blogspot.com

Buta Politik | © iipx

Continue reading

Mengubah Kurikulum, Terus?

Sejak ikut turuntangan, saya jadi semakin banyak tahu tentang pemikiran seorang Anies Baswedan. Salah satu pemikiran Anies Baswedan yang menarik menurut saya adalah tentang pendidikan. Meski Anies Baswedan secara khusus tidak pernah belajar di jurusan pendidikan, saya merasa Beliau punya gambaran yang jelas bagaimana seharusnya proses pendidikan dilaksanakan. Bisa jadi itu efek dari Ibu Aliyah yang merupakan salah satu guru besar di UNY. Jadi, meskipun tidak pernah mengambil jurusan pendidikan di perkuliahan, beliau sudah sering belajar langsung melalui contoh bagaimana seorang Ibu Aliyah mendidik Anies Baswedan sehingga bisa menjadi seperti sekarang.

Bicara masalah pendidikan, dalam beberapa tahun terakhir ini, pendidikan mengalami banyak sekali perubahan. Mulai dari wacana penggunaan hasil UN sebagai instrumen seleksi masuk perkuliahan sampai masalah kurikulum 2013 yang masih sering menjadi perdebatan. Continue reading

Mengapa (Harus) Membaca?

Menulis, apalagi menulis esai, paling asik dimulai dari apa yang kita ketahui atau apa yang kita alami

Itu adalah salah satu kalimat dari Zen RS yang paling saya ingat ketika menghadiri workshop Esai yang diadakan oleh teman-teman Forum Muda Paramadina pada hari Rabu, 19 Maret 2014 di Perpustakaan Bank Indonesia di Jalan Taman Mayangkara No. 6 Surabaya.

Sudah lama saya mengagumi Zen. Seingat saya, saya pertama kali tahu Zen dari sidebar yang ada di blog Gus Mustova kalau nggak dari blog Kang Iman Brontoseno. Dari sana, saya kemudian rajin mengunjungi blog Zen dan kemudian follow akun twitternya. Sampai sekarang ketika Zen aktif menjadi salah satu kontributor di Yahoo saya masih tetap mengikuti beberapa tulisannya, meski tidak semuanya.

Saya akui, saya memang lebih suka tulisan-tulisan ringan seperti novel, komik, dan semacamnya. Maka dari itu, saya mengidolakan Andrea Hirata, Dan Brown, Tetsuko Kuroyanagi, Michael Scott, dan juga Eiichiro Oda. Tapi bukan berarti saya tidak suka jenis tulisan yang lainnya. Sama halnya dengan selera musik. Saya tidak pernah membatasi selera musik saya pada salah satu genre saja. Apapun genrenya, selama itu membuat saya betah mendengarkannya pasti akan saya dengarkan. Continue reading

Faith in Humanity Restored

Beberapa hari yang lalu, saya mengalami sebuah kejadian yang cukup luar biasa.

Sesaat setelah menghadiri kumpul relawan turuntangan Surabaya di salah satu restoran cepat saji di kawasan Darmo, motor saya rantainya putus. Sebenarnya bukan sekali ini saja saya mengalami putus rantai. Dulu setelah ikut acara yang menghadirkan Gus Candra Malik sebagai pembicara juga pernah. Lokasinya pun tidak jauh dari tempat motor saya rantainya putus kemarin. Berhubung waktu itu pulangnya bareng teman jadi lebih mendingan karena ada yang kenal. Jadi tidak terlalu sungkan untuk meminta bantuan.

Tapi apa yang saya alami beberapa hari yang lalu ini berbeda. Saya pulang sendirian. Kesepian. Tidak ada teman. Continue reading

Berhenti Ngeblog?

Sejak mengalami penurunan jumlah pengunjung yang sangat drastis, saya memang agak merasa malas menulis di blog ini lagi. Miris ya? ternyata saya sama saja, menulis karena ingin tulisannya dibaca.

Dan setelah saya pikir-pikir lagi, apa mungkin hanya karena tidak ada yang membaca lagi saya harus berhenti menulis? Apakah saya wafatkan sekalian saja blog saya yang satu ini dan memulai semuanya dari awal lagi? blog hanya sebuah jalan, bukan tujuan. Jadi, sah-sah saja kita pindah tempat ngeblog kan? Continue reading